LombokPost - Hubungan bilateral Indonesia dan Thailand semakin erat setelah Presiden Prabowo Subianto melaksanakan kunjungan kenegaraan ke Thailand pada 17 hingga 19 Mei 2025.
Setibanya di Pangkalan Udara Militer Don Mueang, Bangkok, malam 17 Mei, Presiden Prabowo mendapat sambutan kenegaraan yang hangat. Kunjungan ini sekaligus memperingati lebih dari 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Thailand.
Agenda pertama Presiden adalah bertemu dengan Raja Thailand, Maha Vajiralongkorn, dan Ratu Sutida di Istana Kerajaan Amphorn. Latar belakang militer keduanya menjadi titik temu yang mempererat komunikasi dan kedekatan.
Dalam audiensi tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dan menekankan pentingnya memperkuat kemitraan strategis di berbagai bidang, seperti pertahanan, ekonomi, dan sosial budaya.
Perkuat Sektor Pertahanan dan Ketahanan Pangan
Pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Thailand, Paetongtarn Shinawatra, berlangsung produktif di kantor pemerintahan Thailand. Hasilnya, kedua negara menyepakati tiga kerja sama strategis utama: keamanan, perdagangan dan investasi, serta ketahanan pangan.
Di sektor keamanan, RI–Thailand sepakat memperkuat kerja sama penanggulangan kejahatan lintas batas, seperti perdagangan narkotika, penipuan digital, dan perdagangan manusia. Latihan bersama, serta pertukaran informasi dan teknologi pertahanan, juga akan ditingkatkan.
Dalam bidang ekonomi, kedua negara menargetkan peningkatan nilai perdagangan yang saat ini berada di kisaran USD 18 miliar. Fokus kerja sama diarahkan ke sektor energi terbarukan, teknologi, dan infrastruktur strategis.
Baca Juga: Foo Fighters Sapa Jakarta Lewat Videotron, Isyarat Bakal Konser di Indonesia?
Adapun dalam sektor ketahanan pangan, Indonesia dan Thailand akan berbagi teknologi serta strategi peningkatan produktivitas pertanian demi membangun ketahanan yang solid menghadapi tantangan global.
MoU Kesehatan dan Diplomasi Budaya
Kedua negara juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) bidang kesehatan, mencakup penanganan penyakit menular, pengembangan sistem kesehatan, dan penguatan sektor pariwisata medis.
Di sela agenda resmi, Presiden Prabowo turut mengunjungi pameran seni dan kuliner lokal sebagai bagian dari diplomasi budaya. Kegiatan ini menjadi simbol penguatan hubungan antarwarga kedua negara.
Dalam konferensi pers bersama, Presiden Prabowo menyatakan bahwa hubungan RI–Thailand kini memasuki babak baru yang lebih strategis. Ia mengundang Raja dan Perdana Menteri Thailand untuk melakukan kunjungan balasan ke Indonesia.
Sinergi Kawasan dan Komitmen Implementasi
PM Paetongtarn menyambut positif undangan tersebut dan menegaskan komitmen Thailand untuk memperkuat sinergi dengan Indonesia, termasuk dalam kerangka kerja ASEAN menghadapi isu kawasan seperti krisis Myanmar.
Presiden Prabowo kembali ke Tanah Air pada Senin, 19 Mei 2025. Ia menegaskan pentingnya implementasi cepat dan komunikasi erat dalam merealisasikan kerja sama yang telah disepakati.
Dengan semangat solidaritas dan visi bersama, Indonesia dan Thailand kini menatap masa depan kawasan Asia Tenggara yang stabil, aman, dan sejahtera. (***)
Editor : Alfian Yusni