Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Walau Sudah Divonis Mati, Calon Haji Indonesia Ini Berhasil Lawan Penyakitnya dan Akhirnya Bisa Berangkat ke Tanah Suci

Diwan Prima • Kamis, 22 Mei 2025 | 14:11 WIB

Calon Haji Indonesia, Suryadi berpose bersama istrinya sebelum berangkat ke Tanah Suci, menunaikan ibadah haji.
Calon Haji Indonesia, Suryadi berpose bersama istrinya sebelum berangkat ke Tanah Suci, menunaikan ibadah haji.

LombokPost – Niat yang kuat untuk bisa menunaikan ibadah haji menjadi penyemangat bagi calon haji Indonesia ini untuk bisa sembuh dan berangkat ke Tanah Suci.

Hal itulah yang dilakukan oleh Suriyadi Suteguh Sumijan. Calon haji asal Kabupaten Barito Kuala ini, Kalimantan Selatan ini akhirnya bisa menunaikan ibadah haji bersama istrinya tercinta.

Suryadi menceritakan bahwa dia dan istrinya sudah memiliki rencana untuk mendaftar haji. Tapi sayang, takdir berkata lain. Suryadi mengalami kecelakaan berat di tahun 2009.

Hal itu menyebabkan ia menunda rencananya untuk mendaftar haji bersama istrinya. Soalnya, dia membutuhkan banyak biaya untuk berobat.

Sehingga, sejumlah uang yang sudah ia persiapkan untuk mendaftar haji, ia gunakan untuk biaya berobat.

Soalnya, Suryadi mengaku bahwa ia mengalami sakit yang parah usia kecelakaan tersebut. Saking parahnya, Suryadi sempat divonis tidak memiliki harapan lagi untuk hidup.

Akibat sakit yang ia alami itu, Suryadi pun menjadi lumpuh selama tiga bulan. Tidak hanya itu, Suryadi pun tidak diperbolehkan memakan nasi karena sakitnya itu.

Hingga akhirnya, ia hanya memakan gabin sebagai pengganti nasi dalam jangka waktu 2 tahun.

Diketahui, gabin merupakan makanan yang terkenal di Samarinda.Kebanyakan orang lebih mengenal kue gabin yang berisi tape. Makanya, kue gabin isi tape sempat menjadi salah satu oleh-oleh khas Samarinda.

Hanya dengan memakan gabin selama 2 tahun, membuat tubuh Suryadi bertambah kurus. Bahkan, berat badannya tinggal 35 kilogram.

“Masuk rumahku, orang melihat nangis, karena yang terlihat hanya tengkorak saja,” papar Suryadi yang menggambarkan kondisi tubuhnya sangat kurus.

Walau demikian, ia tidak patah semangat. Ditambah lagi dukungan dari istrinya tercinta, membuat Guru Matematika yang sudah berstatus PNS ini semakin semangat untuk sembuh.

Dalam tempo waktu selama 2,5 tahun, Suryadi ditemani istrinya berobat dari satu rumah sakit ke rumah sakit lainnya.

Hingga pada akhirnya, Suryadi pun sembuh dan ia beserta istrinya bisa mendaftar haji pada tahun 2011.

“Tepatnya 11 November 2011 bertepatan dengan hari pahlawan saya dan istri mendaftar haji,” ungkapnya yang juga dipercaya menjadi Ketua Rombongan 10 Kloter BDJ 09, Embarkasi Banjarmasin ini.

Saat ini, Suryadi dan istrinya pun bisa menunaikan berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji.***

Editor : Siti Aeny Maryam
#tanah suci #calon haji indonesia #Ibadah