Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Musim Kemarau Sudah Tiba, tapi Kok Masih Hujan? Ini Penjelasan BMKG Soal Cuaca Tak Menentu Mei 2025

Alfian Yusni • Jumat, 23 Mei 2025 | 05:31 WIB

WASPADA DBD: Dua orang anak berlari melindungi diri agar tidak basah menggunakan daun pisang. Di musim hujan ini penyakit DBD sering muncul.
WASPADA DBD: Dua orang anak berlari melindungi diri agar tidak basah menggunakan daun pisang. Di musim hujan ini penyakit DBD sering muncul.

LombokPost - Musim kemarau 2025 sudah diumumkan BMKG sejak April lalu. Namun, hingga pertengahan Mei 2025, hujan justru masih mengguyur sejumlah wilayah di Indonesia. Lantas, kenapa masih hujan di musim kemarau?

Faktanya, hujan di musim kemarau bukanlah hal yang aneh. BMKG menyebut, Indonesia saat ini masih berada dalam masa transisi musim.

Jadi, meski musim kemarau 2025 secara resmi sudah dimulai, sebagian besar wilayah belum sepenuhnya lepas dari musim hujan.

Baca Juga: Eduardo Perez Masuk Bursa Pelatih Persebaya Surabaya, Pengganti Paul Munster Segera Diumumkan

Menurut Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Dr. Ardhasena Sopaheluwakan, hingga awal Mei 2025, baru 8 persen Zona Musim (ZOM) yang telah masuk musim kemarau. Artinya, mayoritas wilayah Indonesia – termasuk Jawa, Bali, dan sebagian Sumatera – masih mengalami curah hujan tinggi.

Mengapa Masih Hujan Meski Sudah Musim Kemarau?

Fenomena cuaca tak menentu ini terjadi akibat gangguan atmosfer skala mingguan. Sementara itu, prediksi BMKG musim kemarau 2025 memang menyebutkan kemarau datang lebih lambat di 29 persen zona musim.

Akibatnya, meski siang hari terasa panas dan terik, hujan deras masih kerap turun sore hingga malam.

Kondisi ini paling terasa di pulau Jawa. Dari pagi hingga siang, cuaca sangat terik. Tapi begitu sore tiba, hujan datang tiba-tiba. Ini adalah ciri khas masa peralihan musim hujan ke musim kemarau.

Baca Juga: Reza Rahadian Bikin Kejutan, Tampil Jadi Presenter Liputan 6 SCTV di HUT ke-29

Jadwal Pergerakan Musim Kemarau 2025

BMKG mencatat, pergerakan musim kemarau dimulai dari tenggara Indonesia, kemudian meluas ke barat dan utara. Berikut jadwal pergerakannya:

April 2025

NTB

NTT

Bali

Pesisir utara Jawa

Lampung timur

Baca Juga: Del Piero Resmi Kantongi Lisensi UEFA Pro, Fans Juventus Ramai-ramai Minta Sang Legenda Jadi Pelatih

Mei 2025

Jawa Tengah

Jawa Timur

Kalimantan Selatan

Papua selatan

 

Juni 2025

Sumatera

Jawa bagian barat

Kalimantan bagian selatan

Sulawesi dan sebagian Papua

BMKG Imbau Masyarakat Waspada Cuaca Ekstrem

BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap cuaca ekstrem selama transisi musim. Meski musim kemarau secara bertahap akan menguat mulai akhir Mei 2025, potensi hujan lebat, angin kencang, dan petir masih bisa terjadi.

Prediksi BMKG musim kemarau 2025 juga menyebutkan bahwa puncaknya akan berlangsung pada Agustus 2025.

Hingga saat itu, masyarakat disarankan untuk terus memantau informasi cuaca harian dari BMKG dan menyesuaikan aktivitas harian dengan kondisi yang ada.

Meski musim kemarau 2025 sudah dimulai sejak April, hujan masih mengguyur karena Indonesia masih berada dalam masa transisi musim. Curah hujan. (***)

 

Editor : Alfian Yusni
#masa peralihan #prediksi #musim hujan #bmkg #transisi musim #musim kemarau #Cuaca Ekstrem