LombokPost - Musim kemarau 2025 sudah diumumkan BMKG sejak April lalu. Namun, hingga pertengahan Mei 2025, hujan justru masih mengguyur sejumlah wilayah di Indonesia. Lantas, kenapa masih hujan di musim kemarau?
Faktanya, hujan di musim kemarau bukanlah hal yang aneh. BMKG menyebut, Indonesia saat ini masih berada dalam masa transisi musim.
Jadi, meski musim kemarau 2025 secara resmi sudah dimulai, sebagian besar wilayah belum sepenuhnya lepas dari musim hujan.
Baca Juga: Eduardo Perez Masuk Bursa Pelatih Persebaya Surabaya, Pengganti Paul Munster Segera Diumumkan
Menurut Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Dr. Ardhasena Sopaheluwakan, hingga awal Mei 2025, baru 8 persen Zona Musim (ZOM) yang telah masuk musim kemarau. Artinya, mayoritas wilayah Indonesia – termasuk Jawa, Bali, dan sebagian Sumatera – masih mengalami curah hujan tinggi.
Mengapa Masih Hujan Meski Sudah Musim Kemarau?
Fenomena cuaca tak menentu ini terjadi akibat gangguan atmosfer skala mingguan. Sementara itu, prediksi BMKG musim kemarau 2025 memang menyebutkan kemarau datang lebih lambat di 29 persen zona musim.
Akibatnya, meski siang hari terasa panas dan terik, hujan deras masih kerap turun sore hingga malam.
Kondisi ini paling terasa di pulau Jawa. Dari pagi hingga siang, cuaca sangat terik. Tapi begitu sore tiba, hujan datang tiba-tiba. Ini adalah ciri khas masa peralihan musim hujan ke musim kemarau.
Baca Juga: Reza Rahadian Bikin Kejutan, Tampil Jadi Presenter Liputan 6 SCTV di HUT ke-29
Jadwal Pergerakan Musim Kemarau 2025
BMKG mencatat, pergerakan musim kemarau dimulai dari tenggara Indonesia, kemudian meluas ke barat dan utara. Berikut jadwal pergerakannya:
April 2025
NTB
NTT
Bali
Pesisir utara Jawa
Lampung timur
Baca Juga: Del Piero Resmi Kantongi Lisensi UEFA Pro, Fans Juventus Ramai-ramai Minta Sang Legenda Jadi Pelatih
Mei 2025
Jawa Tengah
Jawa Timur
Kalimantan Selatan
Papua selatan
Juni 2025
Sumatera
Jawa bagian barat
Kalimantan bagian selatan
Sulawesi dan sebagian Papua
BMKG Imbau Masyarakat Waspada Cuaca Ekstrem
BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap cuaca ekstrem selama transisi musim. Meski musim kemarau secara bertahap akan menguat mulai akhir Mei 2025, potensi hujan lebat, angin kencang, dan petir masih bisa terjadi.
Prediksi BMKG musim kemarau 2025 juga menyebutkan bahwa puncaknya akan berlangsung pada Agustus 2025.
Hingga saat itu, masyarakat disarankan untuk terus memantau informasi cuaca harian dari BMKG dan menyesuaikan aktivitas harian dengan kondisi yang ada.
Meski musim kemarau 2025 sudah dimulai sejak April, hujan masih mengguyur karena Indonesia masih berada dalam masa transisi musim. Curah hujan. (***)
Editor : Alfian Yusni