Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Vaksin TBC Bill Gates di Indonesia Picu Polemik, Warga Mataram Tolak Jadi Kelinci Percobaan!

Lalu Mohammad Zaenudin • Sabtu, 24 Mei 2025 | 10:47 WIB
PICU POLEMIK: Vaksin TBC Bill Gates di Indonesia Picu Polemik, Warga Mataram Tolak Jadi Kelinci Percobaan
PICU POLEMIK: Vaksin TBC Bill Gates di Indonesia Picu Polemik, Warga Mataram Tolak Jadi Kelinci Percobaan

 

LombokPost – Isu kedatangan vaksin TBC yang dikembangkan dengan dana hibah dari Bill Gates mengundang kekhawatiran luas di tengah masyarakat, termasuk di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Warganet ramai memperbincangkan topik ini dengan meme dan tagar sindiran “kelinci percobaan” yang viral di media sosial.

Program vaksin ini disebut-sebut mendapatkan suntikan dari dana sebesar Rp 2,7 triliun (159 juta dolar AS) bersumber dari yayasan milik Bill Gates. Meski disebut sebagai bagian dari inisiatif global memerangi tuberkulosis, banyak warga Indonesia merasa skeptis.

 

"Ya masa kita jadi kelinci percobaan?” ungkap Nur Hasanah, seorang mahasiswi di Mataram, Jumat (23/5).

Ia menyoroti kurangnya informasi yang disampaikan kepada publik. “Belum jelas vaksinnya seperti apa, tiba-tiba mau disuntik. Ini nyawa manusia, bukan bahan eksperimen,” tambahnya.

Hal senada diungkapkan oleh temannya, Lina. Ia mempertanyakan mengapa Indonesia terus-menerus menjadi lokasi uji coba vaksin oleh lembaga internasional. “Memang negara ini kurang banyak cobaan, apa?” cetusnya sarkastik.

 

Keduanya mengaku tidak akan ikut jika program vaksin TBC Bill Gates benar-benar diterapkan di Mataram. “Gak maulah, mending kabur,” ujar Lina.

Masyarakat berharap ada penjelasan terbuka dari pemerintah mengenai manfaat, risiko, dan siapa saja yang akan menjadi sasaran vaksinasi. “Jangan seperti waktu COVID-19. Waktu itu juga minim penjelasan, sekarang vaksin TBC datang tanpa edukasi. Hanya karena ada dana besar dari luar, jangan langsung kami dijadikan objek,” tegas Nur.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. Emirald Isfihan, angkat bicara terkait keresahan warga. Menurutnya, hingga saat ini belum ada pelimpahan kebijakan resmi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

 

“Itu masih ranahnya Kemenkes. Kita di daerah belum menerima teknis pelaksanaan apapun soal vaksin TBC,” jelas Emirald.

Ia menambahkan, isu ‘kelinci percobaan’ menjadi pekerjaan rumah penting pemerintah pusat, terutama dalam hal komunikasi publik. “Pola komunikasi kita harus dibenahi. Kalau masyarakat hanya dapat info dari media sosial, itu bisa menimbulkan bias dan opini negatif,” tegasnya.

Dana dari Bill Gates Foundation tersebut digunakan untuk mendukung riset dan pengembangan vaksin TBC terbaru di Indonesia. Program ini diklaim sebagai bagian dari upaya global mengurangi angka kematian akibat tuberkulosis, penyakit yang masih tinggi prevalensinya di negara-negara berkembang.

Namun, respon publik justru dipenuhi ketakutan dan narasi konspirasi, seperti dugaan bahwa Indonesia dijadikan laboratorium uji coba oleh kekuatan asing.

dr. Emirald mengakui bahwa secara ilmiah, Indonesia memang membutuhkan vaksin TBC baru. “Kita berada di peringkat kedua dunia untuk jumlah kasus TBC. Ini bukan isu kecil,” katanya.

Namun ia juga mengingatkan: sebaik apapun program kesehatan, jika tidak disertai komunikasi yang jelas, akan gagal diterima publik. “Pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan media sosial. Harus hadir langsung, bicara dari hati ke hati,” pungkasnya.

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#vaksin TBC Indonesia #polemik vaksinasi baru #program vaksin tuberkulosis #kelinci percobaan vaksin #vaksin TBC Bill Gates #warga Mataram tolak vaksin #Dinas Kesehatan Mataram