Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Jemaah Haji Indonesia Diimbau Tidak Keluar Tenda Tanpa Kebutuhan Khusus Saat Wukuf di Arafah, Cek Alasannya

Diwan Prima • Selasa, 27 Mei 2025 | 13:19 WIB
Para jemaah haji Indonesia berada di tenda saat wukuf di Arafah tahun 2023 lalu.
Para jemaah haji Indonesia berada di tenda saat wukuf di Arafah tahun 2023 lalu.

LombokPost - Menjelang wukuf di Arafah, jemaah haji Indonesia diimbau untuk tidak keluar dari tenda tanpa kebutuhan khusus.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Hilman Latief mengatakan, berdasarkan pesan dari Kementerian Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi, bahwa pada saat puncak haji nanti panasnya masih tinggi.

Diperkirakan, panasnya mencapai 50 derajat celcius pada saat jemaah haji wukuf di Arafah.

Baca Juga: Melalui Ayahnya, Lesti Kejora Sampaikan Pesan ke Publik Usai Dilaporkan ke Polda Metro Jaya

“Oleh karena itu, jemaah yang diminta tidak keluar tenda tanpa ada kebutuhan khusus, karena memang kita dianggap jemaah bisa terhindar dari heatstroke, serangan panas, itu berbahaya,” imbau Hilman Latief setelah meninjau kesiapan fasilitas layanan Arafah, Muzdalifah dan Mina, Senin, 26 Mei 2025.

Di tengah suhu cuaca yang panas terik itu, PPIH berupaya membuat para jemaah haji Indonesia merasa nyaman selama berada di dalam tenda.

Di dalam masing-masing tenda disediakan mesin pensing di ruangan atau Air Conditioner (AC), kasur, bantal dan selimut.

Baca Juga: Pernikahan Anak di Lombok Tengah Jadi Sorotan Wakil Ketua MPR RI : Upaya Pencegahannya Harus Ditingkatkan

Untuk itu, Hilman pun mengimbau untuk memanfaatkan waktu di dalam tenda bila tidak ada keperluan penting.

Selain itu, Hilman juga mengingatkan jemaah, terlebih lagi Lansia dan penyandang disabilitas untuk mempersiapkan kondisi fisik agar tetap fit menjelang pelaksanaan Armuzna.

Agar tidak menguras tenaga, para jemaah Lansia dan penyandang disabilitas diimbau untuk beribadah di hotel. Namun, pahalanya tetap berlipat ganda.

Baca Juga: Pelantikan PPPK Terbesar dalam Sejarah, Menag Lantik 71.336 Orang, 1.820 Berasal dari NTB

Setidaknya, para jemaah Lansia dan penyandang disabilitas disarankan untuk mengurangi pergerakan menjelang Armuzna agar tidak kelelahan.

Sekadar informasi, wukuf di Arafah akan berlangsung pada 9 Dzulhijjah 1446 H atau 5 Juni 2025.

Wukuf disambung dengan mabit di Muzdalifah, mabit di Mina dan lempar jumrah.

Baca Juga: Tiru Konsep Pemberdayaan Ekonomi di Zaman Nabi Muhammad, Kemenag Akan Berdayakan Dana Keagamaan Sesuai Arahan Presiden Prabowo

Terkait dengan jadwal pelemparan jumroh, melewatkan akan menyampaikan jadwalnya secara detail.

“Tentu saja ada berbagai modifikasi yang diupayakan demi keamanan dan keselamatan jemaah,” papar Hilman.***

Editor : Kimda Farida
#wukuf di arafah #Kemenag #jemaah haji indonesia