Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Prabowo: LSM Asing Adu Domba Indonesia, Pancasila Jangan Cuma Jadi Slogan

Alfian Yusni • Senin, 2 Juni 2025 | 14:18 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan sambutan dalam Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Halaman Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (2/6). (Istimewa)
Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan sambutan dalam Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Halaman Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (2/6). (Istimewa)

LombokPost - Presiden Prabowo Subianto mengingatkan soal ancaman LSM asing yang diduga sengaja mengadu domba bangsa Indonesia.

Dalam momen Hari Lahir Pancasila, Prabowo menegaskan pentingnya membumikan nilai-nilai Pancasila di tengah derasnya arus globalisasi dan intervensi kekuatan asing.

Prabowo menyoroti keberadaan LSM asing yang mengatasnamakan demokrasi dan Hak Asasi Manusia (HAM), namun justru dinilai jadi alat adu domba bangsa.

Ia menyebut ratusan tahun bangsa Indonesia telah menjadi korban pecah belah oleh kekuatan luar, dan saat ini, pola serupa kembali muncul dengan wajah baru.

"Ratusan tahun mereka adu domba kita sampai sekarang. Dengan uang, mereka membiayai LSM-LSM asing untuk mengadu domba kita. Mereka katanya penegak demokrasi, HAM, kebebasan pers," ujar Prabowo, Senin (2/6), saat memimpin Upacara Hari Lahir Pancasila di Halaman Gedung Pancasila, Jakarta.

Presiden Prabowo mengajak seluruh rakyat untuk bersatu. Ia menegaskan bahwa perbedaan jangan dijadikan alat pertikaian, karena hal itulah yang selalu dimanfaatkan oleh kekuatan asing untuk melemahkan Indonesia.

"Saya tidak mengajak bangsa Indonesia curiga pada bangsa asing, tapi kita tidak boleh terus-menerus dipermainkan. Pancasila jangan hanya jadi slogan, tapi harus menjadi pegangan nyata," tegas Prabowo.

Menurutnya, LSM asing sering masuk membawa narasi manis tentang hak asasi dan kebebasan, namun di baliknya menyimpan agenda terselubung.

Karena itu, Prabowo menyerukan pentingnya persatuan Indonesia sebagai tameng utama dalam menghadapi kekuatan global yang ingin merongrong stabilitas bangsa.

Di akhir sambutannya, Prabowo juga menegaskan bahwa kekayaan bangsa Indonesia harus kembali ke rakyat, bukan jatuh ke tangan asing.

"Kekayaan bangsa Indonesia besar. Dan kekayaan itu harus dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia, bukan dikendalikan kekuatan asing melalui boneka-bonekanya," pungkasnya.

Dengan penguatan nilai Pancasila, kata Prabowo, Indonesia tidak boleh lagi terjebak dalam permainan asing.

Apalagi, jika hal itu terjadi melalui tangan-tangan LSM asing yang menyusupkan agenda perpecahan dengan kemasan demokrasi. (***)

Editor : Alfian Yusni
#prabowo #Presiden Prabowo Subianto #lsm asing