LombokPost - Tidak sedikit hewan kurban yang agresif saat akan disembelih. Hal ini pun menjadi polemik bagi panitia kurban setiap Idul Adha.
Padahal, ada cara khusus agar hewan kurban tidak agresif dan bahkan tidak berontak saat mau disembelih.
Memang tak dipungkiri, hewan kurban yang agresif sudah menjadi fenomenal belakangan ini. Bahkan, kejadian itu kerap menjadi viral di media sosial.
Pakar IPB University yang juga Auditor LPPOM, Dr. Ir. Henny Nuraini menjelaskan, ada sebab yang membuat seekor hewan menjadi agresif.
Salah satunya adalah, hewan itu merasa tidak nyaman dan bahkan terganggu dengan kerumuman manusia.
Terlebih lagi bila hewan tersebut jarang sekali berinteraksi dengan manusia, maka pasti ia akan menjadi agresif.
Henny Nuraini menambahkan, hewan kurban menjadi agresif bila berada dekat manusia karena biasanya, hewan kurban seperti sapi dan kambing itu tidak dikandangkan.
"Sistem pemeliharaannya dilepas di padang penggembalaan, tidak dikandangkan. Sehingga kehadiran manusia dianggap membahayakan dirinya," jelas Henny.
Agresifitas hewan tidak bisa ditebak. Terlebih lagi, sapi. Dengan bobot tubuhnya yang besar, bahkan ada yang lebih dari 1 ton, seekor sapi yang agresif bisa saja menendangi orang-orang yang ada di sekelilingnya.
Tidak heran, bila banyak orang yang cedera bila berada di dekat sapi yang sedang agresif.
Tak dipungkiri, hiruk-pikuk manusia di area pemotongan membuat sapi menjadi stress. Akibatnya, dia pun berusaha mempertahankan diri dan bahkan berusaha keluar dari gangguan yang membuatnya stress.
Selain itu, Henny menambahkan, ternyata hewan mempunyai daya penciuman yang tajam.
"Jika kita takut berhadapan dengan hewan, lebih baik jangan mendekat," ujarnya.
Menurut Henny, hewan dapat mencium hormone stress yang keluar dari tubuh manusia, dan ini akan memicu hewan semakin agresif.
"Dengan memahami tingkah laku hewan ternak, maka mereka akan mudah untuk ditangani," paparnya.
Tapi ternyata, ada cara yang mudah agar sapi atau hewan kurban lainnya tidak stres.
Henny pun memberikan beberapa tipsnya,, salah satunya dengan menjalin persahabatan dengan hewan ternak, mengajak berkomunikasi dengan cara di usap-usap hingga diajak bicara.
Selain itu, sebisa mungkin meluangkan waktu berinteraksi dengan cara berada didekat hewan tersebut paling tidak sehari sebelum hewan itu disembelih.
.
Secara umum, cara-cara seperti itu berhasil membuat hewan menjadi tidak agresif bila berada dekat kerumunan manusia.
"Ketika sudah terbiasa ada orang didekatnya, maka hewan akan merasa kehadiran manusia bukan merupakan ancaman. Sehingga hewan menjadi jinak," jelas Henny.***
Editor : Siti Aeny Maryam