Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sepanjang 2025, Kemendikdasmen Targetkan Revitalisasi 10.440 Satuan Pendidikan di Seluruh Indonesia

Yuyun Kutari • Senin, 9 Juni 2025 | 12:46 WIB
Mendikdasmen Abdul Mu’ti
Mendikdasmen Abdul Mu’ti

LombokPost - Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang merupakan bagian dari pelaksanaan amanat konstitusi, khususnya dalam upaya mencerdaskan kehidupan Bangsa serta membangun manusia yang unggul sebagaimana tercantum dalam Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Selaras dengan semangat Asta Cita, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Ditjen PAUD Dikdasmen) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menyelesaikan kegiatan Sosialisasi dan Penandatanganan Dokumen Kerja Sama/Nota Kesepahaman Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025.

Baca Juga: Bill Gates Donasikan 99 Persen Kekayaan untuk Afrika, Fokus ke Kesehatan dan Pendidikan

Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa pendidikan adalah investasi strategis Bangsa.

“Revitalisasi satuan pendidikan tidak dapat dipahami hanya sebagai pembangunan fisik, tetapi sebagai instrumen mendasar untuk menciptakan ekosistem pembelajaran yang mendukung pertumbuhan karakter, kompetensi, dan kreativitas peserta didik,” jelasnya.

Menteri Muti' juga menekankan mulai tahun 2025, pelaksanaan revitalisasi satuan pendidikan dilakukan melalui mekanisme swakelola oleh sekolah, dengan penguatan tata kelola dan partisipasi masyarakat.

“Mekanisme ini diharapkan mendorong efisiensi, transparansi, serta meningkatkan pemberdayaan lokal melalui serapan tenaga kerja dan penggunaan bahan bangunan lokal,” terangnya.

Baca Juga: 14 Ribu Anak NTB Berpotensi Jadi Calon Siswa Sekolah Rakyat

Menteri Mu'ti menjelaskan beberapa satuan pendidikan yang berhasil menyelesaikan revitalisasi lebih awal, akan diusulkan untuk diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Ia mengingatkan, program ini harus dilaksanakan dengan integritas dan semangat pelayanan. Setiap rupiah dari anggaran negara adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan secara transparan.

“Kami berharap seluruh proses selesai sesuai jadwal dan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas layanan pendidikan di setiap daerah,” tutupnya.

Direktur Jenderal PAUD Dikdasmen Kemendikdasmen Gogot Suharwoto menerangkan program revitalisasi tahun ini menargetkan 10.440 satuan pendidikan, meliputi jenjang PAUD, SD, SMP, SMA/SMK, SKB/PKBM, dan SLB di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Proyek Kelas Cerdas Bermasalah Dinas Dikbud NTB Digugat ke Pengadilan

Dari hasil verifikasi dan validasi data yang telah dilakukan bersama Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) dan Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP), sebanyak 9.404 satuan pendidikan telah teridentifikasi sebagai calon penerima bantuan.

“Dari jumlah tersebut, 8.406 satuan pendidikan telah memenuhi persyaratan administrasi dan teknis untuk menandatangani perjanjian kerja sama tahap pertama,” jelas Gogot.

Ia menambahkan proses verifikasi dilakukan berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang telah divalidasi dan disesuaikan dengan kondisi faktual lapangan.

Sisanya, sekitar seribu satuan pendidikan masih dalam tahap penyempurnaan data dan akan ditetapkan dalam tahap berikutnya.

Baca Juga: Wali Kota Bima Minta Kepsek Wujudkan Mutu dan Kualitas Pendidikan Berdaya Saing

Selain itu, seluruh kepala dinas pendidikan yang hadir telah mengikuti sesi sosialisasi teknis dan koordinasi terkait prosedur pelaksanaan, pendampingan teknis, serta sistem pelaporan dan pertanggungjawaban keuangan.

Editor : Kimda Farida
#pendidikan #peserta didik #sd #sma #smk #smp #Satuan pendidikan #paud #SLB #kemendikdasmen