Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Di Tanah Suci, Jamaah Haji RI Masih Kena Pungli, BPH : Tega Sekali Memperdaya Orang Tua Kita!

Redaksi Lombok Post • Senin, 9 Juni 2025 | 22:50 WIB

TAMU ALLAH: Jamaah haji dari penjuru dunia saat melaksanakan salat wajib di Masjidilharam, Makkah. Tahun ini jumlah jamaah haji Indonesia yang wafat di Arab Saudi lebih sedikit dari sebelumnya.
TAMU ALLAH: Jamaah haji dari penjuru dunia saat melaksanakan salat wajib di Masjidilharam, Makkah. Tahun ini jumlah jamaah haji Indonesia yang wafat di Arab Saudi lebih sedikit dari sebelumnya.
LombokPost -- Ironi terjadi di tengah kekhusyukan ibadah haji. Sejumlah jamaah haji asal Indonesia mengaku  menjadi korban pungutan liar (pungli) di Tanah Suci, terutama dalam layanan safari wukuf dan badal haji.

Padahal pemerintah menegaskan bahwa layanan safari wukuf dan badal haji gratis, tanpa biaya tambahan.

Namun, realitas di lapangan berkata lain. Fakta mencengangkan itu ditemukan langsung oleh Wakil Kepala Badan Penyelenggara Haji (BPH), Dahnil Anzar Simanjuntak, saat meninjau hotel transit jamaah safari wukuf di kawasan Aziziyah, Makkah, Minggu (8/6).

Baca Juga: Putra Mahkota Saudi Apresiasi Pemerintah Indonesia, Selama 39 Hari di Saudi Ada 175 Jamaah Haji Wafat

Dahnil menjelaskan dirinyas sempat bertanya langsung kepada jamaah yang menjadi korban pungli.

"Safari wuquf itu gratis. Kalau ada yang meminta bayaran, itu artinya bohong dan penipuan,"  tegas Dahnil.

Dahnil mengingatkan bahwa safari wukuf gratis adalah bagian dari layanan prioritas bagi jamaah lansia, disabilitas, serta yang berisiko tinggi (risti).

Baca Juga: Satu Jemaah Haji Asal Bima Meninggal Dunia di Tanah Suci

Semua layanan mulai dari pengantaran ke Arafah, pemulangan ke hotel transit, hingga badal lontar jumrah dan tawaf ifadah tidak boleh dikenai biaya.

Namun sejumlah oknum disebut memanfaatkan ketidaktahuan jamaah.

"Ada yang nabung jual sawah, jual sepeda motor, berjuang bertahun-tahun demi bisa berhaji. Kok tega-teganya memperdaya orang-orang tua kita seperti ini," ” sesalnya.

BPH menegaskan komitmennya untuk membersihkan penyelenggaraan ibadah haji dari praktik rente, pungli, dan manipulasi.

Dahnil menambahkan bahwa tahun depan, penyelenggaraan haji akan sepenuhnya ditangani oleh BPH, untuk memastikan pelayanan lebih profesional dan memuliakan jamaah.

Menurutnya pengawasan langsung ini jadi bukti komitmen kita. Dimana layanan haji harus makin ramah lansia, makin manusiawi.

Baca Juga: Sebanyak 175 Jemaah Haji Indonesia Wafat Hingga Hari Ini, Cek Data Lengkapnya Di Sini

"Kami ingin pelayanan haji semakin bersih, profesional, dan memuliakan jamaah,” ujar Dahnil.

Di sisi lain, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkapkan bahwa Bandara Taif di Arab Saudi secara teknis siap digunakan untuk keberangkatan dan kedatangan jamaah haji maupun umrah asal Indonesia. Hal ini dibahas dalam pertemuan antara Amirul Hajj Indonesia dan Otoritas Bandara Internasional Taif.

Langkah ini dinilai strategis untuk mendistribusikan arus jamaah haji dan memberikan jalur alternatif menuju Makkah yang lebih efisien.(*)

Editor : Redaksi Lombok Post
#tanah suci #Haji #BPH #safari wukuf #Jamaah Haji #dahnil anzar simanjuntak #Dudy Purwagandhi #Ibadah haji #badal haji #Pungli