Tak hanya sekali, godaan yang sama Prabowo lontarkan secara spontan. Sontak membuat semua undangan ngakak sambil melirik ke arah Kapolri Listyo Sigit Prabowo.
Seperti yang terjadi saat Preaiden Prabowo Subianto berpidato pada peresmian Kampus Bhineka Tunggal Ika Universitas Pertahanan (Unhan) di Bogor, Jawa Barat, Rabu (11/6) kemarin. Dimana Presiden Prabowo menyapa Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara berurutan.
“Panglima TNI yang saya hormati Jenderal TNI Agus Subiyanto. Kapolri, Kepala Kepolisian Republik INdonesia, yang saya hormati Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo,” ucap Presiden Prabowo di awal pidato
Selanjutnya, dengan mimik berfikir, Presiden Prabowo merasa urutan sapaan tersebut terbalik. Seharusnya dia menyapa Kapolri dulu pada urutan pertama, barulah kemudian menyapa Panglima TNI di urutan kedua.
“Harusnya Kapolri dulu, baru Panglima TNI-nya yang saya sebut,” kata Prabowo dengan ekspresi serius.
Sontak saja celetukan Presiden Prabowo ini membuat semua tamu undangan ngakak. Tak terkecuali Kapolri Sigit Sigit Prabowo yang duduk di belakang AHY langsung terbahak, seolah dia langsung paham bahwa Presiden Prabowo sedang menggodanya.
“Sesuai urutan nama,” lanjut Prabowo sambil tertawa, menjelaskan sebab kenapa dia menilai Kapolri harus disapa lebih dulu ketimbang Panglima TNI.
Presiden Prabowo terus saja mennggoda Kapolri karena nama Kapolri mengandung kata “Prabowo” dan nama Panglima TNI mengandung kata “Subiyanto”.
Jadi jika digabung, jadinya adalah “Prabowo Subiyanto”, mirip nama Prabowo Subianto sendiri.
Candaan soal gabungan nama Kapolri dan Panglima TNI ini bukan sekali dilontarkan Prabowo saat acara besar.
Pasalnya, celetukan yang sama dengan nama dirinya juga pernah dilontarkan Prabowo di panggung perayaan Hari Buruh atau May Day di Monas, 1 Mei 2025 lalu.
“Jadi ada Kapolri namanya Prabowo, Panglima TNI namanya Agus Subiyanto, presidennya Prabowo Subianto,” ucap Presiden Prabowo saat itu.
Candaan Presiden Prabowo yang terus saja menggoda Kapolri Listyo Sigit Prabowo seakan menjadi kode keras soal kepastian rumor pergantian Kapolri yang sempat viral.
Perhatian Presiden Prabowo kepada Kapolri Listyo Sigit Prabowo seolah pertanda jika ia masih sayang.
Presiden sepertinya sangat puas dengan kinerja Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Gelagat ini juga terbaca saat panen raya jagung di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, Kamis (5/6/2025),
Presiden Prabowo memuji Listyo Sigit Prabowo habis-habisan saat pidato dalam acara panen raya jagung tersebut.
Prabowo memuji Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang menginisiasi penanaman jagung secara nasional.
“Hari ini, acara panen raya jagung, tuan rumahnya Kapolri,” kata Prabowo dalam pidato yang Lombok Post kutip dari akun YouTube Sekretariat Presiden.
Prabowo mengaku senang, apa yang menjadi gagasannya terkait ketahanan pangan diimplementasikan dengan baik. Termasuk keberhasilan Polri membina petani jagung hingga memiliki produksi melimpah dan berhasil ekspor.
“Polisi harus jadi polisi rakyat, saya senang apa yang saya sampaikan ditangkap Kapolri dan jajarannya,” ucap Prabowo.
Itu sebabnnya, Presiden Prabowo memberikan pujian spesial untuk Listyo Sigit Prabowo sebagai pimpinan tertinggi di Polri.
“Saudara-saudara sekalian, saya ingin menyampaikan perhargaan saya yang setinggi-tingginya kepada Kapolri, seluruh jajaran kepolisian. Tentunya juga pejabat-pejabat lain. Tapi, hari ini bisa dikatakan tuan rumahnya adalah Kapolri dengan jajarannya,” puji Presiden Prabowo lagi.
Presiden Prabowo menilai Kapolri Listyo Sigit Prabowo memahami dan mendukung agenda strategis pemerintah, terutama di sektor pertanian sehingga berhasil mewujudkan panen jagung.
Tak hanya itu, Presiden Prabowo juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Listyo Sigit Prabowo yang telah membawa Polri ikut dalam program kedaulatan pangan.
"Ini adalah panen raya dari usaha pertanian yang digulirkan Polri," puji Prabowo usai mendengar laporan Listyo Sigit Prabowo tentang hasil panen raya jagung kuartal II tahun ini yang mencapai 2,54 juta ton.
Angka ini dinilai sebagai hasil sinergi antara aparat kepolisian dengan berbagai pihak, termasuk petani dan pemerintah daerah.
"Kerja keras ini adalah bukti bahwa Polri dapat berkontribusi aktif dalam mendukung ketahanan pangan nasional," tegas Prabowo lagi.
Pujian Presiden Prabowo kepada Listyo Sigit Prabowo tentu saja mengundang tanda tanya di tengah beredarnya isu pergantian Kapolri.
Jika benar rumor pergantian Kapolri akan terjadi, mengapa Presiden Prabowo justru menunjukkan sikap masih enggan melepas sosok Listyo Sigit Prabowo.
Seolah hanya isapan jempol belaka, namun rumor pergantian Kapolri semakin menyala. Bahkan sudah ada dua nama yang muncul ke permukaan, yang digadang-gadang akan mengantikan Kapolri Listyo Sigit Prabowo.
Dua nama jenderal yang disebut sebagai kandidat kuat calon Kapolri pengganti Listyo Sigit Prabowo adalah Komjen Rudy Heriyanto dan Irjen Rudi Darmoko.
Komjen Rudy Heriyanto merupakan Sekjen Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Dan Irjen Rudi Darmoko adalah Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT).
Editor : Siti Aeny Maryam