LombokPost - Saksi mata menyebut pesawat Air India nomor penerbangan 171 terbang sangat rendah sebelum akhirnya jatuh di kawasan hostel dan permukiman dokter, calon dokter, serta tenaga paramedis lain di Ahmedabad, India, Kamis (12/6).
Para tenaga medis itu bekerja dan berkuliah di BJ Medical Center College dan sebuah rumah sakit sipil.
Pesawat nahas tersebut baru saja take off atau lepas landas dari Bandara Internasional Sardar Vallabhbhai Patel pukul 13.49 waktu setempat. Destinasinya adalah Bandara Gatwick, London. Pesawat tersebut mengangkut 232 penumpang dan 10 kru.
“Ada apartemen lima lantai di kawasan tempat pesawat itu jatuh. Apartemen itu terbakar,” kata Haresh Shah kepada kantor berita PTI, seperti dikutip dari Times of India.
Sampai dengan pukul 21.30 WIB, mengutip Al Jazeera, sudah 204 jenazah berhasil dievakuasi tim penolong.
Dikhawatirkan jumlah korban meninggal melebihi total penumpang dan kru pesawat Boeing 787 Dreamliner tersebut. Korban tambahan kemungkinan berasal dari penghuni kawasan permukiman dokter.
Dari 232 orang di dalam pesawat, sebanyak 169 di antaranya adalah warga India. Sisanya, 53 warga Inggris dan satu warga Kanada. GS Malik, komisaris Kepolisian Ahmedabad seperti dikutip Times of India, menyebut bahwa satu korban ditemukan selamat.
“Polisi menemukan penyintas (korban selamat) di kursi 11A. Korban sudah dibawa ke rumah sakit. Total ada 41 orang yang dibawa ke rumah sakit,” katanya.
Berdasarkan manifes, kursi 11A tercatat atas nama penumpang bernama Ramesh Vismakumar. Kabarnya, dia berkebangsaan Inggris.
Namun, Malik belum bisa menyebut jumlah korban secara definitif. “Jumlah korban bisa terus bertambah karena pesawat jatuh ke kawasan permukiman,” katanya.
Turut menjadi korban meninggal Vijay Rupani, mantan chief minister Gujarat, negara bagian tempat Ahmedabad berada.
CR Patil, salah seorang menteri di kabinet Perdana Menteri Narendra Modi yang mengonfirmasi kabar duka tersebut.
Kepada kantor berita ANI, Ramila, salah seorang keluarga korban, mengatakan bahwa putranya baru saja kembali ke apartemen ketika kecelakaan terjadi. “Dia mengalami luka, tapi selamat,” katanya.
Ulangan Tragedi
Sampai dengan pukul 21.30, belum ada keterangan resmi terkait dugaan penyebab kecelakaan. Otoritas India masih fokus pada proses evakuasi korban. Meski demikian, ada pakar penerbangan yang menduga kecelakaan terjadi akibat pesawat bertabrakan dengan burung.
Kecelakaan ini mengingatkan pada tragedi 37 tahun silam, ketika pesawat rute Bombay (sekarang Mumbai)–Ahmedabad jatuh dan menewaskan 133 dari 135 orang di dalam pesawat.
Rekaman CCTV
Tragedi kemarin terjadi hanya dalam 30 detik. Berangkat dari runway 23 pukul 13.39 waktu setempat, rekaman CCTV menunjukkan pesawat yang dipiloti Sumeet Sabharwal itu mulai lepas landas dengan mulus.
Namun, tak lama kemudian, pesawat gagal naik. Bukannya menanjak, pesawat justru terbang terlalu rendah dan terlalu lambat. Awalnya masih berada di atas batas ketinggian kota, sebelum akhirnya terjadi hal yang tak terbayangkan.
Dalam 30 detik setelah lepas landas, pesawat jatuh ke kawasan perumahan dan hostel para dokter serta paramedis di Meghaninagar. Yang terjadi kemudian, sebagaimana terekam di CCTV, sangat mengerikan. Api membara, kaca pecah, dan bangunan retak.
Dikutip dari AFP, Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil India menyatakan, pesawat tersebut sempat mengirim sinyal darurat sebelum jatuh. Pasca kejadian, di lokasi terlihat kobaran api, kepulan asap hitam pekat, dan puing-puing pesawat yang berserakan. Bagian ekor pesawat tampak menonjol dari sebuah bangunan.
Tim penyelamat yang didukung militer menggunakan tandu darurat untuk mengevakuasi jenazah. Di sisi lain, petugas pemadam berjuang memadamkan api dari bangunan yang terbakar. (lyn/mia/ttg/JPG/r3)
Editor : Siti Aeny Maryam