Lombok Post – Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang signifikan dengan letusan dahsyat, mendorong pihak berwenang untuk menaikkan statusnya menjadi Level IV (Awas), tingkat siaga tertinggi.
Erupsi ini telah menyebabkan pembatalan penerbangan ke empat bandara di NTT dan mengancam warga sekitar dengan bahaya abu vulkanik, hujan abu, dan banjir lahar dingin.
Data dari Badan Geologi PVMBG mencatat aktivitas seismik yang tinggi antara 16 dan 17 Juni 2025, hingga pukul 02:00 WIB waktu setempat.
Tercatat lima gempa tipe erupsi, 18 gempa non harmonik, tiga gempa frekuensi rendah, tiga gempa hibrida, 52 gempa bumi dangkal, dan tujuh gempa tektonik jauh.
Abu vulkanik dan pecahan batuan kecil juga teramati setelah letusan.
Baca Juga: Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Dahsyat, Kolom Abu Capai 10.000 Meter, Status Awas!
Erupsi pada Selasa (17/6) telah terjadi kelayakan kolom abu hingga 10.000 meter di atas puncak atau sekitar 11.584 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu berwarna kelabu tebal teramati menyebar ke hampir seluruh penjuru mata angin.
Sebagai dampak langsung dari letusan ini, sejumlah maskapai penerbangan telah membatalkan penerbangan ke empat bandara di NTT: Bandara Komodo di Labuan Bajo, Bandara Frans Seda Maumere di Kabupaten Sikka, Bandara Bajawa, dan bandara di Kabupaten Ende.
Masyarakat yang penerbangannya terdampak diimbau untuk melakukan refund atau penjadwalan ulang, sebagaimana disampaikan oleh Humas Bandara El Tari Kupang, I Gusti Ngurah Yudi Saputra.
Pihak berwenang mendesak penduduk yang berada di zona bahaya untuk tetap waspada terhadap kemungkinan banjir lahar dingin (lahar) dingin, terutama saat hujan lebat.
Peringatan ini terutama berlaku untuk daerah sungai yang berasal dari puncak Gunung Lewotobi Laki-Laki, seperti di Dulipali, Hobo, Hokeng Jaya, dan Nurabelen.
Untuk keamanan warga, darurat dan kesiapsiagaan darurat menjadi prioritas utama. ***