LombokPost - Presiden Prabowo Subianto meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sanur dan Bali International Hospital (BIH) di Denpasar, Rabu (25/6).
Dalam peresmian ini, Prabowo menegaskan komitmennya untuk menghentikan tren warga negara Indonesia (WNI) yang memilih berobat ke luar negeri.
“Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, saya meresmikan KEK Kesehatan Sanur dan Bali International Hospital,” ujar Prabowo Subianto, yang disambut riuh tepuk tangan tamu undangan di Bali Beach, Sanur.
KEK Kesehatan Sanur kini menjadi simbol baru kemandirian sektor kesehatan nasional. Bali International Hospital menjadi rumah sakit internasional yang digadang-gadang mampu menarik kembali pasien WNI yang selama ini berobat ke luar negeri.
Dalam prosesi peresmian, Prabowo menempelkan telapak tangan di layar digital dan menandatangani prasasti KEK Kesehatan Sanur dan BIH.
Ia didampingi sejumlah menteri, seperti Erick Thohir (BUMN), Budi Gunadi Sadikin (Kesehatan), Rosan Roeslani (Investasi), dan Widiyanti Putri Wardhana (Pariwisata).
Prabowo mengapresiasi keberhasilan pembangunan kawasan ini, termasuk peran penting Presiden ke-7 Joko Widodo dalam merintis KEK Kesehatan Sanur.
“Ini adalah terobosan pertama di Republik kita, kawasan ekonomi khusus untuk layanan kesehatan kelas dunia,” tegasnya.
Dengan fasilitas bertaraf internasional, KEK Kesehatan Sanur diharapkan mampu mendorong ‘medical tourism’ di Bali sekaligus menekan devisa yang lari ke luar negeri.
Baca Juga: YouTube Bebas Blokir Usia di Australia! eSafety Geram, Ungkap Konten Berbahaya untuk Anak
Bali International Hospital sendiri sudah mulai beroperasi sejak 14 April 2025. Dalam beberapa minggu pertama, rumah sakit ini telah melayani 19 pasien Medical Check Up (MCU) dan 14 pasien gawat darurat.
Berdiri di atas lahan seluas 67.465 meter persegi, BIH memiliki 255 tempat tidur dan menghadirkan layanan unggulan seperti kardiologi, onkologi, neurologi, gastroenterologi, dan ortopedi (CONGO).
Tak hanya mendongkrak kualitas layanan kesehatan nasional, KEK Kesehatan Sanur juga diproyeksikan menyerap investasi hingga Rp10,2 triliun serta membuka lapangan kerja bagi 43 ribu lebih tenaga kerja.
Luas kawasan mencapai 41,26 hektare, berlokasi strategis di kawasan wisata Sanur, dekat Pantai Segara Ayu dan Pantai Sanur yang jadi daya tarik utama.
Pemerintah berharap, pada 2030 KEK Kesehatan Sanur dapat menangani 123–240 ribu pasien per tahun, sebagian besar di antaranya adalah WNI yang biasanya berobat ke Singapura, Malaysia, dan negara lain.
“Pengeluaran kesehatan menguras dompet keluarga. Negara harus hadir, menjamin dan menjaga kesehatan seluruh rakyat,” tambah Prabowo.
Dengan KEK Kesehatan Sanur, Indonesia juga berpotensi menghemat devisa hingga Rp86 triliun dan menambah devisa Rp19,6 triliun hingga 2045.
Prabowo menegaskan, KEK ini bukan hanya investasi kesehatan, tetapi langkah strategis menuju pemerataan kesejahteraan dan kemandirian bangsa. (***)
Editor : Alfian Yusni