Lombok Post - Sebanyak 379 orang jamaah dan petugas haji yang berasal dari embarkasi Surabaya (SUB 50) dan 360 jemaah asal embarkasi Solo (SOC) bertolak ke Jeddah untuk selanjutnya kembali ke Tanah Air.
Kepulangan jemaah SUB 50 dan SOC 49 tersebut menandai berakhirnya operasional pemulangan jemaah gelombang I ke Tanah Air. “Dua kloter ini adalah yang terakhir dari gelombang pertama yang akan kembali ke tanah air,” terang Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Muchlis M. Hanafi di Makkah.
Dengan demikian, sudah hampir lebih dari 50 persen jamaah dan petugas haji Indonesia yang sudah kembali ke Tanah Air. “Kita masih menyisakan beberapa kloter jemaah dan petugas haji gelombang II untuk kita berangkatkan ke Madinah,” sambung Muchlis.
Ia bersyukur seluruh jemaah haji telah menyelesaikan seluruh proses atau rangkaian proses ibadah hajinya. “Kita mendoakan semoga mereka kembali ke Tanah Air dalam keadaan selamat, membawa haji yang mabrur,” ucapnya.
Muchlis berharap, selama kurang lebih 40 hari jamaah di Tanah Suci ini bukan hanya menempa diri secara spiritual untuk kepentingan individu, tetapi ia berharap kesalehan mereka akan berdampak kepada lingkungannya.
“Kita berharap, mereka tidak hanya soleh secara individu tapi juga secara sosial setelah kembali ke Tanah Air dengan haji yang mabrur. Mereka akan memberikan manfaat yang lebih banyak lagi kepada masyarakat, itu harapan kita,” pungkasnya.
Sementara itu, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Hilman Latief mengatakan hingga saat ini negara-negara pengirim jamaah, termasuk Indonesia, belum menerima informasi seputar kuota haji 1447 H/2026 M.
Menurutnya, kuota haji baru akan diumumkan oleh otoritas Arab Saudi pada 15 Muharram 1447 H. “Pengumuman secara resmi direncanakan pada 10 Juli 2025 atau bertepatan dengan 15 Muharram 1447 H melalui kanal resmi masar nusuk atau e-Hajj,” tegas Hilman.
Sejak 2022, kuota haji biasanya diumumkan oleh Kementerian Haji dan Umrah pada 12 Zulhijjah, bersamaan dengan perayaan malam penutupan penyelenggaraan ibadah haji. Berbeda dengan itu, pada tahun ini, kuota haji tidak langsung diumumkan. Pada malam penutupan itu hanya dibagikan informasi seputar timeline penyelenggaran ibadah haji 2026.
“Saat ini, pemerintah Arab Saudi tengah membangun kesadaran dan kesiapsiagaan seluruh negara pengirim jemaah haji mengenai pola penyelenggaraan haji tahun depan, saat mana kuota resminya baru akan ditetapkan pada bulan depan,” jelasnya.
Disinggung apakah Nota Diplomatik yang disampaikan Dubes Arab Saudi di Jakarta kepada Menteri Agama berdampak pada alokasi kuota, Hilman Latief memastikan tidak ada implikasi terkait itu.
“Catatan yang tercantum dalam nota diplomatik bersifat sebagai saran perbaikan, bukan teguran atau sanksi, serta tidak berimplikasi pada pengurangan kuota haji Indonesia,” tandasnya. ***
Editor : Jelo Sangaji