Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Prabowo Resmikan 55 Proyek Energi Terbarukan: PLTP hingga PLTS untuk Swasembada Energi

Marthadi • Jumat, 27 Juni 2025 | 18:41 WIB

Peresmikan 55 proyek energi baru terbarukan (EBT) yang tersebar di 15 provinsi, Kamis (26/6).
Peresmikan 55 proyek energi baru terbarukan (EBT) yang tersebar di 15 provinsi, Kamis (26/6).
LombokPost — Presiden Prabowo Subianto meresmikan 55 proyek energi baru terbarukan (EBT) yang tersebar di 15 provinsi, Kamis (26/6).

Proyek yang terdiri dari PLTP dan PLTS ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam mendorong transisi energi dan swasembada energi nasional.

Presiden Prabowo menegaskan, peresmian proyek energi baru terbarukan ini adalah langkah nyata Indonesia menuju kemandirian energi dan pemanfaatan potensi besar energi hijau dalam negeri.

"Kita punya potensi energi baru terbarukan yang luar biasa. Sekarang waktunya kita berdiri di atas kaki sendiri dan memanfaatkannya secara efisien," ujar Prabowo dalam sambutannya di PLTP Ijen, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.

Peresmian ini mencakup delapan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP)—tiga sudah beroperasi (COD) dan lima dalam tahap pembangunan (groundbreaking)—serta 47 unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan total kapasitas mencapai 379,7 megawatt (MW).

Proyek ini dinilai sebagai langkah besar menuju pencapaian Net Zero Emissions (NZE) 2060.

Energi baru terbarukan jadi prioritas pemerintah dalam pemerataan listrik nasional. Dari total proyek yang diresmikan, PLTP yang sudah COD meliputi PLTP Sorik Marapi Unit 5 (41,25 MW), Salak Binary (16,15 MW), dan Ijen Unit 1 (34,5 MW).

Sementara itu, proyek PLTP yang memulai tahap pembangunan antara lain PLTP Muara Laboh Unit 2 (80 MW), Ulubelu Ext Gunung Tiga (55 MW), Wayang Windu Unit 3 (30 MW), Salak Unit 7 (40 MW), dan Patuha Unit 2 (55 MW).

Sedangkan untuk PLTS, sebanyak 47 pembangkit dengan kapasitas total 27,8 MW kini telah mampu melistriki 5.383 rumah tangga di 11 provinsi. Ini termasuk 13 PLTS milik PLN yang tersebar di Papua Selatan, NTT, Sulawesi Utara, dan Jawa Timur.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyebut proyek ini menjadi pengejawantahan sila ke-5 Pancasila: keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Kami berkomitmen menghadirkan listrik hingga pelosok sebagai bagian dari pemerataan energi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat," ujarnya.

Dengan investasi mencapai Rp25 triliun, proyek energi baru terbarukan ini juga menjadi stimulan pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.

Ke depan, pemerintah menargetkan akselerasi program listrik desa berbasis energi terbarukan, guna memperluas akses listrik yang ramah lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (*)

Editor : Marthadi
#prabowo #energi #Terbarukan #Net zero emission #pln