Peresmian ini menjadi angin segar bagi 5.383 rumah tangga di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), yang kini bisa menikmati listrik bersih dari energi surya.
Energi surya kini makin menjadi tumpuan utama dalam mewujudkan desa terang dan swasembada energi.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa PLTS mampu menjangkau daerah-daerah yang selama ini belum tersentuh listrik, terutama di wilayah 3T.
“Dengan energi surya, setiap desa, kecamatan, bahkan kabupaten bisa swasembada. Wilayah pegunungan dan pulau-pulau terpencil kini bisa punya akses listrik,” ujar Presiden dalam peresmian 55 proyek energi baru terbarukan (EBT) yang dipusatkan di PLTP Ijen, Bondowoso, Jawa Timur, Kamis (26/6).
Presiden juga menekankan bahwa pengembangan energi surya mendukung Indonesia menuju Net Zero Emissions 2060.
“Kita potong biaya logistik, hasilkan energi murah dan bersih. Ini lompatan besar menuju masa depan energi kita,” tegasnya.
PLTS Jadi Tulang Punggung Listrik di Desa
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa proyek PLTS akan menjadi ujung tombak peningkatan rasio elektrifikasi di desa-desa yang belum terjangkau jaringan PLN.
“Insya Allah dalam 4-5 tahun ke depan, semua desa tanpa listrik akan kita pasangi PLTS. Ini kerja kolaborasi antara negara, PLN, dan swasta demi keadilan sosial,” jelas Bahlil.
PLN Komit Dukung Desa Terang
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menambahkan bahwa 47 PLTS yang diresmikan kali ini memiliki total kapasitas 27,8 MW dan mampu menerangi 5.383 rumah tangga di desa 3T.
“Ini bukan sekadar pasang listrik. Ini transformasi hidup. Dulu anak-anak belajar pakai lampu minyak, kini bisa belajar malam hari dengan listrik bersih dari energi surya,” ucap Darmawan.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa PLN siap mempercepat pembangunan PLTS sebagai bagian dari gotong royong nasional dalam transisi energi hijau dan inklusif.
“PLN akan terus mendukung visi Presiden untuk wujudkan kemandirian energi, terutama lewat PLTS di wilayah 3T,” tutup Darmawan. (*)
Editor : Marthadi