Banyak spekulasi muncul di dunia maya karena terpublikasi sepihak tentang kronologis jatuhnya Juliana Marins karena ditinggal guide pemandunya karena kelelahan.
Dari cerita yang beredar di dunia maya, konon Juliana Marins melakukan pendakian ke Gunung Rinjani bersama enam orang rekannya dan seorang guide pemandu lokal.
Mereka memilih jalur Sembalun dan pada Sabtu (21/6/2025) dini hari. Juliana melanjutkan perjalanan menuju puncak bersama lima pendaki lain dan pemandu.
Saat tiba di titik Cemara Nunggal, Juliana dilaporkan merasa kelelahan dan diminta oleh pemandu untuk beristirahat.
Pemandu kemudian melanjutkan perjalanan ke puncak bersama kelima pendaki lainnya, meninggalkan Juliana sendirian di titik istirahat.
Saat Juliana tidak kunjung menyusul rombongan, pemandu memutuskan kembali ke lokasi tempat Juliana terakhir beristirahat.
Namun, Juliana tidak ditemukan di sana. Dari titik tersebut, pemandu melihat cahaya senter di bawah jurang yang mengarah ke Danau Segara Anak.
Pemandu menduga cahaya itu berasal dari Juliana yang terjatuh dan segera menghubungi otoritas untuk meminta bantuan.
Netizen pun mulai menyalahkan sikap guide pemandu yang tega meninggalkan Juliana Marins seorang diri saat kelelahan menanjak Rinjani.
Sang guide oleh netizen dituduh tega meninggalkan Juliana seorang diri sehingga membuatnya terjatuh dan tewas.
Tak ingin terus disalahkan, guide pendamping Juliana, Ali Musthofa akhirnya memberikan pengakuan kepada media Brasil, Oglobo.globo pada Jumat (27/6/2025).
Ali membantah meninggalkan Juliana saat beristirahat.
Ali mengungkapkan, saat Juliana beristirahat, dia bersama rombongan 5 orang lainnya melanjutkan perjalanan.
"Saya menunggu 3 menit lebih dulu, saya tidak meninggalkannya," kata Ali.
Kemudian dia merasa ada kejanggalan ketika Juliana yang ditunggu tidak juga menyusul.
Dia lalu memutuskan untuk kembali ke lokasi Juliana beristirahat 30 menit kemudian.
"Setelah sekitar 15 atau 30 menit, Juliana tidak muncul. Saya mencarinya di tempat peristirahatan terakhir, tetapi saya tidak menemukannya," kata dia.
"Saya bilang saya akan menunggunya lebih dulu, saya menyuruhnya untuk beristirahat," beber Ali melajutkan.
Keberadaan Juliana baru diketahui ketika ada cahaya senter.
"Saya sadar ketika saya melihat cahaya senter di jurang sedalam sekitar 150 meter dan mendengar suara Juliana meminta pertolongan. Saya bilang saya akan menolongnya," imbuh Ali.
Ali pun langsung menghubungi tempatnya bekerja untuk diteruskan ke Tim SAR. Ali mengaku tidak berdaya untuk melakukan penyelamatan sehingga pilihannya adalah menunggu Tim SAR.
Ali memandu Juliana untuk perjalanan pendakian Gunung Rinjani dengan bayaran sebesar Rp 2,5 juta.
Editor : Siti Aeny Maryam