Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kontroversi Miss Indonesia 2025: Finalis Papua Pegunungan Dicoret Gara-gara Bendera Israel, Ini Kronologinya!

Sanchia Vaneka • Senin, 30 Juni 2025 | 22:36 WIB

 

 

Merince Kogoya
Merince Kogoya


Lombok Post - Ajang kecantikan Miss Indonesia 2025 dihebohkan dengan kabar pencoretan salah satu finalisnya, Merince Kogoya, perwakilan dari Papua Pegunungan.

Keputusan mengejutkan ini diambil setelah jejak digital Merince yang menunjukkan dukungan terhadap Israel di media sosial menjadi viral.

Video pengibaran bendera Israel yang direkam dua tahun lalu itu memicu kontroversi sengit, membuatnya harus merelakan posisinya di ajang bergengsi tersebut.


Video lama yang menampilkan Merince Kogoya mengibarkan bendera Israel di Papua mendadak beredar luas di media sosial. Video ini sontak memicu perdebatan panas di kalangan warganet, banyak yang menafsirkan aksinya sebagai bentuk dukungan terhadap Zionisme.

Panitia Miss Indonesia 2025 pun tak tinggal diam. Setelah video tersebut menyebar dan menjadi sorotan publik, Merince Kogoya resmi dipulangkan dari masa karantina.


Posisi Merince sebagai finalis Miss Indonesia 2025 dari Papua Pegunungan kini telah digantikan oleh Karmen Anastasya.


Melalui Instagram Story-nya, Merince Kogoya telah memberikan klarifikasi. Ia menjelaskan bahwa aksinya mengibarkan bendera Israel semata-mata bersifat religius, bukan dukungan politik terhadap negara tersebut.


"Saya hanya menjalankan kepercayaan saya sebagai pengikut Kristus untuk berdoa memberkati, mendoakan pertobatan dan perdamaian Israel," ujar Merince, menyayangkan video dua tahun lalunya disebarluaskan dengan berbagai interpretasi yang dianggapnya keliru.

"Video reels saya dua tahun lalu disebarluaskan dengan berbagai macam pendapat yang tidak benar tentang keyakinan saya," imbuhnya.


Ia merasa bahwa tindakannya tersebut disalahartikan dan memicu persepsi negatif yang berdampak pada posisinya di Miss Indonesia.

 


Keputusan panitia Miss Indonesia 2025 untuk mendiskualifikasi Merince Kogoya disambut positif oleh sebagian besar warganet. Banyak netizen menilai bahwa Merince tidak layak menjadi finalis, terutama karena pandangannya yang dianggap kurang berempati terhadap isu kemanusiaan dan kurangnya wawasan.
Komentar-komentar pedas membanjiri media sosial:


* "Deserve! dengan dia nganggap genosida yang dilakukan israel ini merupakan konflik agama aja, udah nunjukkin dia ga memenuhi bare minimum miss indonesia yang harus memiliki wawasan luas. ga punya moral dan empati," tulis akun @writtenbyrif.
* "DESERVED!!! Minimal mikir sih, lu itu finalis Miss Indonesia. Yang bakalan jadi calon Miss World Indonesia. Yang mana Miss World sendiri itu terkenal sama acara charity dan kemanusiaannya... Ya kali malah jadi genocide enabler," komentar @YourAwesomeBebe.
* "Harusnya punya empati ke Palestina karena sama-sama tertindas, ini kok malah dukung penjajah. Kalo masalah agama, di Palestina kan juga ada kristen," tambah @rezarezarezare.
* Bahkan ada yang menyoroti penulisan "Falestina" yang dianggap menunjukkan kurangnya pemahaman.

 

Baca Juga: Pakai Rompi Anti Peluru, Naik Rantis, Dikawal TNI Bersenjata Lengkap, Menteri Pertahanan dan Menteri Keuangan Kunjungi Papua

Merince Kogoya mengungkapkan kekecewaannya yang mendalam atas keputusan ini. Ia merasa perjuangannya selama empat bulan untuk menjadi Miss Papua Pegunungan 2025 dan melangkah ke ajang nasional menjadi sia-sia. Kekecewaan tersebut ia tuangkan melalui Instagram Story, mengunggah foto Karmen Anastasya yang kini menggantikan posisinya.


"Perjuangan dengan pertarungan hebat, orang lain yang menikmati," tulis Merince, Sabtu (28/6/2025).


Ia juga mengklaim telah mengorbankan banyak hal, termasuk mendapatkan bantuan lebih dari Rp65 juta untuk persiapannya. Bahkan, timnya mempertaruhkan nyawa saat membuat video profil di tengah situasi penembakan di Papua.


"Nyawa jadi taruhan di situasi penembakan, kami pergi untuk pembuatan video profil. Sakit, jatuh bangun, tangisan dalam perjalanan ini," tuturnya.


Merince merasa keputusan pencoretan dirinya diambil hanya dalam hitungan menit dan menyalahkan komentar publik yang pro-Palestina.

"Sangat disayangkan posisi saya digantikan dengan hitungan menit karena komentar publik yang Pro Palestina," ujarnya.


Ia menutup klarifikasinya dengan permohonan maaf kepada tim dan keluarga besar Papua Pegunungan, namun tetap menyayangkan keputusan Miss Indonesia yang menurutnya hanya berdasarkan komentar pro-Palestina dan perbedaan keyakinan.

Editor : Redaksi Lombok Post
#Zionist #Merince Kogoya #Israel #Merince Kogoya pro israel #Palestina #MISS INDONESIA