Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Menhut Raja Juli Antoni Apresiasi Tim Evakuasi Juliana Marins yang Jatuh di Taman Nasional Gunung Rinjani

Yuyun Kutari • Selasa, 1 Juli 2025 | 20:26 WIB
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni memberikan penghargaan kepada tim gabungan evakuasi pendaki asal Brasil, Juliana Marnis yang mengalami musibah di Gunung Rinjani, Selasa (1/7).
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni memberikan penghargaan kepada tim gabungan evakuasi pendaki asal Brasil, Juliana Marnis yang mengalami musibah di Gunung Rinjani, Selasa (1/7).

 

LombokPost - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengundang secara khusus ke Jakarta, Selasa (1/7), tim gabungan evakuasi pendaki asal Brasil, Juliana Marnis yang mengalami musibah di Taman Nasional (TN) Gunung Rinjani.

Menhut Raja Juli Antoni mewakili institusi pemerintah dalam hal ini Kementerian Kehutanan, menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh tim yang terlibat.

"Saya secara tulus, dari lubuk hati yang paling dalam, saya atas nama pribadi dan juga kementerian, mengucapkan terima kasih," ucap Menhut Raja Juli Antoni, seperti yang dikutip dari rilis resmi.

Baca Juga: Usulan Mengemuka, Rinjani Terlarang untuk Pendaki Pemula

Pada kesempatan ini juga, Menteri memberikan apresiasi penghargaan kepada perwakilan tim gabungan yang telah terlibat dalam proses evakuasi. Apresiasi diberikan kepada antara lain:

  1. Muhamad Hariyadi, Kepala Kantor SAR Mataram;
  2. Khafid As’Adi, Kantor SAR Mataram;
  3. I Gede Lanus, Kantor SAR Mataram;
  4. Samsul Padli, Unit SAR Lombok Timur;
  5. Gunawan Qausari, Damkar Lombok Timur;
  6. Muhammad Saopil Amri, Unit SAR Lombok Timur;
  7. Randi Paozan, Unit SAR Lombok Timur;
  8. Rio Pratama, Unit SAR Lombok Timur;
  9. Brigadir Harial Anugrah, Brimob KOMPI 3 Yon B NTB;
  10. Maulana Ikhwannul Hakim, BPBD Lotim;
  11. Abdul Haris Agam, Rinjani Squad;
  12. Herna Hadi Prasetyo/Tyo, Rinjani Squad;
  13. Hardiyansah, LORAC;
  14. Haryadi Gustio Syafly, Balai TN Gunung Rinjani; dan
  15. Mustiadi, EMHC

Baca Juga: Juliana Institute Akan Dibangun di NTB, Guide dan Porter Akan Diedukasi Cara Mandu Tamu Sesuai SOP Naik Gunung Rinjani

Menhut juga menyampaikan musibah ini memberikan pelajaran bahwa rasa kemanusiaan dapat mengatasi perbedaan suku, agama, kewarganegaraan, serta dapat mengalahkan rintangan.

Dirinya menerangkan bahwa kolaborasi dan kerelawanan sangat relevan untuk mengatasi berbagai persoalan dalam kebencanaan.

Menhut menegaskan akan ada peningkatan Standard Operating Procedure (SOP) dalam aktivitas wisata minat khusus, seperti pendakian di Kawasan konservasi untuk meminimalisir kejadian yang tidak diharapkan.

"Saya tidak ingin berbisnis dengan nyawa manusia, salah satunya yang memungkinkan untuk kita meminimalisir agar tidak lagi terjadi adalah memperketat SOP pendakian kita, dan memperbaiki sarana dan prasarana kita. Kerja sama sekali lagi kita akan tingkatkan dengan Basarnas dengan kelompok relawan, kepolisian, pemerintah daerah setempat dan stakeholder lain," terang Menhut.

Menhut mengingatkan kembali kepada seluruh jajarannya di Kementerian Kehutanan untuk memperketat SOP aktivitas di kawasan konservasi. "Taman Nasional ada dalam otoritas kita, maka tentu Kementerian Kehutanan memiliki tanggung jawab moral yang paling besar, oleh karena itu saya instruksikan ayo kita bersama-sama di internal untuk memperbaiki SOP pendakian kita," perintah Menhut ke jajarannya.

Editor : Akbar Sirinawa
#kementerian kehutanan #Gunung Rinjani #raja juli antoni #Juliana Marins