Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sosok Zohran Mamdani, Calon Wali Kota Muslim Pertama New York

M Islamuddin • Kamis, 3 Juli 2025 | 13:31 WIB


Zohran Mamdani berkampanye sebagai calon wali kota kota New York. (@karamccurdy/Instagram)
Zohran Mamdani berkampanye sebagai calon wali kota kota New York. (@karamccurdy/Instagram)

LombokPost – Dunia politik Amerika Serikat dikejutkan oleh terpilihnya anggota parlemen progresif Zohran Mamdani sebagai calon wali kota New York dari Partai Demokrat. Dalam konvensi partai yang digelar Selasa malam waktu setempat, Mamdani yang berusia 33 tahun berhasil mengungguli mantan Gubernur New York, Andrew Cuomo, dengan perolehan suara 43 persen berbanding 36 persen.

Mamdani menjadi kandidat Muslim pertama dalam sejarah yang mencalonkan diri untuk memimpin kota terbesar di Amerika Serikat. Kemenangannya atas Cuomo—yang mundur dari jabatan gubernur pada 2021 akibat skandal pelecehan seksual—dipandang sebagai kemenangan arus progresif dalam tubuh Partai Demokrat dan menjadi simbol perubahan lanskap politik New York.

“Malam ini, kita menciptakan sejarah,” ujar Mamdani dalam pidato kemenangannya. “Saya adalah calon Demokrat Anda untuk wali kota New York.”

Baca Juga: Trump Klaim Israel Sepakati Gencatan Senjata di Gaza, Hamas Beri Sinyal Positif

Meski sistem pemungutan suara berperingkat masih menyisakan kemungkinan perubahan hasil, keunggulan Mamdani diyakini cukup kuat untuk mengamankan pencalonannya menjelang pemilihan umum November mendatang.

Dari Kampala ke Kota Impian

Zohran Mamdani lahir di Kampala, Uganda, dan pindah ke New York bersama keluarganya saat berusia tujuh tahun. Ia menempuh pendidikan di Bronx High School of Science dan melanjutkan ke Bowdoin College dengan gelar dalam Kajian Afrika.

Sejak masa kuliah, ia aktif dalam gerakan sosial, termasuk mendirikan cabang Students for Justice in Palestine.

Identitasnya yang majemuk dan progresif menjadi kekuatan utama dalam kampanye. Ia merilis video kampanye dalam berbagai bahasa, termasuk Urdu dan Spanyol, serta mengangkat identitas Muslimnya secara terbuka.

Mamdani tinggal di Brooklyn bersama istrinya, Rama Duwaji, seorang seniman asal Suriah yang ia temui melalui aplikasi kencan.

Baca Juga: Donald Trump Somasi Dua Media Besar di Amerika Serikat Gara-gara Perang Iran dan Israel, CNN dan New York Times Melawan

Ia adalah anak dari sutradara ternama Mira Nair dan akademisi Columbia University, Mahmood Mamdani. Selain politik, ia juga sempat berkarya di dunia film dan musik rap.

Program Rakyat dan Aksi Simbolis

Sebelum terjun ke parlemen, Mamdani bekerja sebagai konselor perumahan di Queens, membantu warga berpenghasilan rendah melawan penggusuran. Pengalaman itu membentuk pandangannya tentang keadilan sosial, yang kini menjadi inti dari visi kampanyenya.

 

 

Program-program yang ia usung mencakup:

1. Bus gratis di seluruh kota

2. Pembekuan sewa dan penguatan regulasi tuan tanah

3. Pendirian toko kelontong milik kota untuk menurunkan harga bahan pokok

4. Layanan penitipan anak gratis bagi usia 6 minggu hingga 5 tahun

5. Tiga kali lipat pembangunan perumahan stabil berbasis serikat pekerja

Mamdani menyampaikan pesannya lewat aksi-aksi simbolis: menyelam ke Samudra Atlantik untuk menyoroti krisis sewa, berbuka puasa dengan burrito di kereta bawah tanah untuk menggambarkan krisis pangan, dan berjalan kaki mengelilingi Manhattan untuk menyapa warga.

Baca Juga: Dampak Balasan Iran, 240 Bangunan Israel Rusak, 13 Ribu Warga Mengungsi

Namun, tidak semua menyambut ide-idenya dengan antusias. Sejumlah kritikus menyebut program Mamdani terlalu ambisius dan tidak realistis mengingat anggaran kota New York yang mencapai US$115 miliar dengan lebih dari 300.000 pegawai.

Andrew Cuomo, yang didukung oleh tokoh sentris seperti Bill Clinton, menyebut Mamdani sebagai sosok “tanpa pengalaman dan terlalu radikal.”

“Memimpin New York bukan tempat untuk belajar sambil bekerja,” ujar Cuomo.

Sikap Tegas terhadap Palestina dan Israel

Mamdani dikenal sebagai pendukung vokal kemerdekaan Palestina. Ia mengusulkan pencabutan status bebas pajak untuk lembaga amal yang mendukung permukiman ilegal Israel dan secara terbuka menyatakan bahwa Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, seharusnya ditangkap.

Di saat bersamaan, Mamdani mengecam sistem kewarganegaraan berbasis agama di negara mana pun dan menegaskan komitmennya terhadap prinsip kesetaraan. Ia juga menolak segala bentuk antisemitisme, dan berjanji meningkatkan pendanaan untuk memerangi kejahatan kebencian di New York.

Sikap ini menuai pujian dari pendukung progresif, namun juga memicu kritik tajam dari kelompok pro-Israel dan rival politiknya.

Simbol Pergeseran Politik Demokrat

Persaingan Mamdani–Cuomo mencerminkan ketegangan yang terus menguat di tubuh Partai Demokrat antara arus progresif dan pendekatan moderat. Isu Palestina, krisis biaya hidup, dan inklusi sosial menjadi medan kontestasi arah masa depan partai.

Sementara penyelidikan atas dugaan ancaman Islamofobia terhadap Mamdani dan keluarganya masih berlangsung, ia tetap melaju dengan pesan perubahan.

“New York terancam kehilangan apa yang membuatnya istimewa,” ujarnya. “Tugas kita adalah memastikan kota ini tetap menjadi milik semua, bukan segelintir.”

Baca Juga: Maut di Tengah Bantuan: 4 Warga Palestina Tewas Ditembak Pasukan Israel Dekat Lokasi Distribusi di Rafah

Dengan momentum yang terus tumbuh, Mamdani tak hanya mengincar kemenangan elektoral, tapi juga merebut kembali makna dari siapa yang pantas memimpin kota paling beragam di dunia. (r5)

 

Editor : Jelo Sangaji
#Amerika Serikat #wali kota new york #Zohran Mamdani #new york