Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

1.496 Guru Sekolah Rakyat Disiapkan, Mensos Gus Ipul: Putus Kemiskinan Lewat Pendidikan

Alfian Yusni • Minggu, 6 Juli 2025 | 10:17 WIB
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memastikan, sekolah rakyat ini menjadi ikhtiar negara dalam memutus kemiskinan. (Foto: instagram)
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memastikan, sekolah rakyat ini menjadi ikhtiar negara dalam memutus kemiskinan. (Foto: instagram)

LombokPost - Sebanyak 1.496 guru sekolah rakyat telah disiapkan pada program sekolah rakyat yang akan diluncurkan pada 14 Juli 2025 mendatang.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memastikan, sekolah rakyat ini menjadi ikhtiar negara dalam memutus kemiskinan antargenerasi melalui pendidikan gratis dan bermutu.

Program sekolah rakyat ini akan menampung 9.700 siswa di tahun ajaran baru 2025/2026.

Gus Ipul menegaskan, peluncuran 100 sekolah rakyat tersebut adalah bagian dari upaya jangka panjang pemerintah dalam membangun karakter bangsa dan memberikan akses pendidikan layak bagi seluruh anak Indonesia.

Retret tahap II bagi kepala sekolah rakyat telah resmi ditutup di Jakarta pada Sabtu (5/7).

Sebanyak 47 kepala sekolah mengikuti kegiatan ini, setelah sebelumnya 53 orang menjalani retret tahap pertama. Mereka lolos seleksi ketat, mulai dari administratif hingga wawancara.

“Menjadi kepala sekolah rakyat bukan hanya soal mendidik. Ini soal memanusiakan manusia. Tugas kita besar: memutus kemiskinan antargenerasi dan merawat mimpi anak-anak Indonesia,” tegas Gus Ipul dalam sambutannya.

Selain siswa, program ini juga telah menyiapkan 1.469 guru sekolah rakyat yang telah diseleksi. Mereka akan menjalani pembekalan sebelum proses belajar-mengajar dimulai.

Para guru, siswa, dan kepala sekolah nantinya akan tinggal di asrama untuk memastikan sistem pendidikan sekolah rakyat berjalan optimal.

Sebelum peluncuran, akan digelar simulasi pembukaan sekolah rakyat pada 9 Juli 2025 di dua lokasi: Handayani dan STPL Bekasi.

 

Sedangkan pada 7 Juli, para siswa menjalani cek kesehatan gratis (CKG) hasil kerja sama Kemensos dan Kemenkes. Proses ini juga akan dilakukan untuk para guru.

Menteri Sosial menekankan bahwa pembelajaran di sekolah rakyat tidak langsung dimulai.

Sebelumnya akan ada masa matrikulasi dan orientasi bagi guru dan siswa untuk membangun semangat belajar dan memahami kultur baru.

Salah satu peserta, Samuel, kepala sekolah rakyat dari Papua, merasa bangga bisa menjadi bagian dari program ini.

Ia menyebut retret menjadi bekal spiritual dan emosional untuk menjalankan tugas besar mendidik anak-anak dari keluarga tidak mampu.

“Saya ingin menjadi kepanjangan tangan Tuhan, jawaban doa dari keluarga-keluarga yang berharap anaknya bisa sekolah. Sekolah rakyat ini jadi harapan baru,” ujarnya haru. (***)

 

 

 

Editor : Alfian Yusni
#Guru #memutus kemiskinan #ikhtiar negara #gus ipul #Sekolah Rakyat #menteri sosial #100 sekolah rakyat