Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Indonesia Kirim 10.000 Ton Beras ke Palestina, Prabowo Pimpin Bantuan dan Kerja Sama Pertanian

Alfian Yusni • Selasa, 8 Juli 2025 | 05:53 WIB
Pengiriman 10.000 ton beras ke Palestina ini berasal dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan akan didanai oleh Indonesian Aid. (Foto: Antara)
Pengiriman 10.000 ton beras ke Palestina ini berasal dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan akan didanai oleh Indonesian Aid. (Foto: Antara)

LombokPost - Pemerintah Indonesia resmi kirim 10.000 ton beras ke Palestina sebagai bentuk bantuan kemanusiaan.

Aksi konkret ini dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, yang menginstruksikan agar penyaluran dilakukan secepat mungkin.

Bantuan disampaikan oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Pertanian Palestina, Rezq Basheer-Salimia, di Jakarta.

Pengiriman 10.000 ton beras ke Palestina ini berasal dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan akan didanai oleh Indonesian Aid, lembaga dana hibah di bawah Kementerian Keuangan RI.

Distribusi logistik akan dilakukan oleh TNI melalui jalur laut, menuju Yordania atau Palestina, dan ditargetkan rampung pada Juli 2025.

Bantuan ini bukan sekadar simbolis. Ini menjadi langkah nyata Prabowo Subianto bantu Palestina, di tengah krisis kemanusiaan di Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem.

Pemerintah menegaskan bahwa stok beras nasional lebih dari cukup, bahkan tercatat tertinggi dalam 57 tahun terakhir, sehingga tidak akan mengganggu kebutuhan dalam negeri.

Tak hanya kirim beras ke Palestina, Indonesia juga menggandeng Palestina dalam kerja sama strategis pertanian.

Program ini mencakup penanaman padi, hortikultura, pemanfaatan teknologi irigasi, dan manajemen air.

Untuk mendukung inisiatif ini, lahan seluas 10.000–20.000 hektare disiapkan di Sumatera Selatan dan Kalimantan.

 

Menteri Amran menyebutkan, zona kerja sama pertanian ini adalah bagian dari Zona Investasi Solidaritas Palestina–Indonesia, dan akan diperkuat melalui pelatihan petani, pertukaran teknologi, serta promosi investasi lintas negara.

 “Kita ingin Palestina bukan hanya bertahan, tapi bisa bangkit secara berdaulat lewat sektor pangan,” ujar Amran.

Presiden Prabowo Subianto juga menyerukan agar negara-negara ASEAN dan GCC lebih aktif mendukung penyelesaian konflik Palestina-Israel, dan mempercepat pemulihan di wilayah yang porak-poranda akibat perang berkepanjangan.

Dukungan Indonesia untuk Palestina tidak berhenti di situ. Lewat Indonesian Aid, Indonesia sebelumnya juga telah mengirim bantuan ke berbagai negara, termasuk Sri Lanka.

Ini mempertegas posisi Indonesia sebagai negara dengan diplomasi aktif dalam isu kemanusiaan global. (***)

Editor : Alfian Yusni
#Indonesia #Prabowo Subianto #bantuan kemanusiaan #Palestina