Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pemuda 19 Tahun Jadi Ketua RT, Sahdan Buktikan Gen Z Bisa Kerja Nyata!

Alfian Yusni • Kamis, 17 Juli 2025 | 12:04 WIB
Kisah Sahdan Arya Maulana (tengah) dan kedua rekannya,  jadi bukti bahwa Ketua RT Gen Z mampu hadir sebagai agen perubahan. (istimewa)
Kisah Sahdan Arya Maulana (tengah) dan kedua rekannya, jadi bukti bahwa Ketua RT Gen Z mampu hadir sebagai agen perubahan. (istimewa)

LombokPost - Di usia 19 tahun, Sahdan Arya Maulana membuktikan bahwa Gen Z juga bisa kerja nyata di masyarakat.

Bukan sekadar konten dan wacana, mahasiswa Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Jakarta ini terpilih secara demokratis sebagai Ketua RT 07 RW 08, Kelurahan Rawa Badak Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara.

"Saya menang dengan 126 suara, lawan saya hanya dapat 17," kata Sahdan saat diwawancarai, Senin (14/7). Ia resmi menjabat sejak 25 April 2025 dan akan memimpin selama lima tahun ke depan.

Ketua RT Gen Z ini langsung mencuri perhatian. Meski sempat diragukan karena usia muda, Sahdan membungkam kritik dengan kerja nyata.

Dalam dua bulan pertama, ia merealisasikan pengecoran jalan lingkungan, tanpa anggaran pemerintah. Semuanya murni hasil iuran warga.

"Ada yang bilang Gen Z itu pemalas, gak bisa kerja. Tapi saya pilih buktikan dengan aksi," tegasnya.

Program Kerja Ketua RT Termuda: Dari Cor Jalan Hingga Dana Kematian

Gen Z kerja nyata bukan isapan jempol. Selain pengecoran jalan, Sahdan sudah menyusun sejumlah program sosial:

Berbagi sembako menjelang Ramadan.

Pemasangan CCTV di titik rawan.

Dana duka Rp500 ribu untuk warga meninggal.

Bantuan sakit Rp200 ribu, lengkap kain kafan, papan nisan, dan ongkos gali kubur.

Tabungan kurban Iduladha.

Dana berasal dari iuran bulanan warga sebesar Rp10 ribu dan Biaya Operasional Pemerintah (BOP) sebesar Rp2 juta per bulan.

"Prinsip saya: sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama," ucapnya mantap.

Kuliah Jalan, RT Jalan

Meski sibuk kuliah, Sahdan tidak ikut organisasi kampus agar bisa fokus pada masyarakat. Ia dibantu dua rekannya seusia, Femas (20) dan Rizky (21), yang bertugas sebagai sekretaris dan bendahara.

"Saya belajar dari teman-teman aktif kampus. Walau gak ikut, saya banyak serap nilai organisasi mereka," ujarnya.

Cita-cita Gubernur, Langkah Awal dari RT

Menjadi Ketua RT bukan tujuan akhir. Sahdan punya impian lebih besar: jadi Gubernur DKI Jakarta. Maka jabatan RT ini jadi langkah awalnya untuk membuktikan diri.

"Saya ingin lanjut S2 jurusan politik setelah menamatkan Teknik Industri. Saat ini saya juga sedang menjalankan usaha kecil," ungkapnya.

DPRD DKI Apresiasi Gebrakan Ketua RT Gen Z

Apresiasi datang dari Wakil Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta, Alia Noorayu Laksono, yang menyebut Sahdan sebagai contoh generasi muda yang patut ditiru.

"Gebrakan seperti ini perlu didukung. Tapi masyarakat juga harus diedukasi soal hak-hak fasum dan fasos dari pemerintah," ujarnya.

 

Sementara Sekretaris Komisi A DPRD DKI, Mujiyono, menyebut Sahdan sebagai pembuktian bahwa Gen Z bukan generasi manja.

"Ini jadi inspirasi. Pemprov DKI harus beri ruang dan pembinaan agar lebih banyak pemuda bisa jadi pemimpin lingkungan," tegasnya.

Gen Z Bukan Sekadar Tren, Tapi Agen Perubahan

Kisah Sahdan Arya Maulana jadi bukti bahwa Ketua RT Gen Z mampu hadir sebagai agen perubahan.

Tak hanya bicara, tapi juga bekerja nyata. Dari iuran warga, cor jalan, sampai urus duka dan keamanan lingkungan.

Gen Z kerja nyata bukan slogan kosong. Sahdan telah menunjukkan bahwa generasi muda juga layak memimpin dan dipercaya masyarakat. (***)

 

Editor : Alfian Yusni
#Sahdan Arya Maulana #Ketua RT #Gen Z #kerja nyata