LombokPost - Tim peneliti dari Pusat Riset Kebencanaan Geologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan survei paleo tsunami di pantai selatan Jawa.
Salah satu temuannya, tim menemukan adanya tsunami purba besar yang dipicu gempa megathrust berkekuatan lebih dari 9 SR.
Survei paleotsunami itu dilakukan di Kulon Progo, Jogjakarta.
Kegiatan ilmiah tersebut mendeteksi jejak tsunami purba berdasarkan data geologi melalui lapisan sedimen yang tersimpan di tanah dan batuan.
“Lokasi temuannya berjarak hanya sekitar dua kilometer sebelah timur dari lokasi Bandara Internasional Yogyakarta (YIA),” kata Purna Sulastya Putra, periset bidang sedimentologi BRIN, dalam keterangan yang diterima Jawa Pos Rabu (16/7).
Upaya demikian memungkinkan tim bisa memetakan peristiwa tsunami yang terjadi bahkan ribuan tahun lalu.
Berdasarkan survei lapangan sejak 2006 hingga 2024, tim mencatat adanya lapisan endapan tsunami purba.
Salah satunya diperkirakan berasal dari kejadian tsunami sekitar 1.800 tahun yang lalu.
Endapan tersebut tersebar di wilayah selatan Jawa seperti Lebak dan Pangandaran di Jawa Barat; Kulon Progo, Jogjakarta; hingga Pacitan, Jawa Timur.
Temuan endapan tsunami dengan umur yang sama di berbagai lokasi sepanjang selatan Jawa mengindikasikan bahwa peristiwa tersebut sangat besar (tsunami raksasa).
Kemungkinan akibat gempa megathrust bermagnitudo 9 Skala Richter atau lebih, seperti yang terjadi pada tsunami Aceh 2004.
Untuk melengkapi temuan itu, pada Mei lalu BRIN melan-jutkan kegiatan survei di wilayah selatan Kulon Progo, Bantul dan Gunung Kidul, dengan fokus pencarian jejak tsunami yang lebih muda usianya.
“Menariknya, kami juga menemukan lapisan-lapisan yang lebih muda di Kulon Progo ini,” kata Purna. (wan/ttg/JPG/r3)
Editor : Pujo Nugroho