Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Menaker Yassierli Desak Mahasiswa Kembangkan Kompetensi Lintas Bidang Hadapi Era Digital

Nurul Hidayati • Jumat, 1 Agustus 2025 | 11:41 WIB
Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

LombokPost  – Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan mahasiswa memiliki peran sangat strategis dalam menghadapi gelombang perubahan besar akibat digitalisasi yang kian tak terbendung di dunia kerja.

Ia menyoroti rendahnya Indeks Modal Manusia (Human Capital Index) Indonesia yang berada di angka 0,54, jauh di bawah rata-rata ASEAN sebesar 0,59.

Selain itu, Indonesia juga menghadapi tantangan serius dengan minimnya tenaga kerja yang memiliki keterampilan digital, hanya 19 persen dibandingkan negara maju yang mencapai 50-60 persen.

Menaker Yassierli menyampaikan tantangan ini dimana mahasiswa perlu mengembangkan kompetensi lintas bidang, termasuk technical skill, cognitive skill, dan soft skill.

”Yang harus dikembangkan seperti komunikasi, kepemimpinan, serta kemampuan beradaptasi dengan teknologi, termasuk Artificial Intelligence (AI) generatif," kata Yassierli.

Menurut Yassierli, di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan dan disrupsi teknologi, soft skills kini menjadi kunci utama bagi tenaga kerja Indonesia agar mampu bersaing dan beradaptasi.

 Baca Juga: Tekan Angka Pengangguran, Menaker Dorong KLU Optimalkan Dana Desa

Ia mendorong mahasiswa untuk membangun growth mindset dan entrepreneurial mindset agar mampu menghadapi ketidakpastian dan menciptakan peluang, baik sebagai profesional maupun wirausahawan.

"Lulusan perguruan tinggi tidak cukup hanya memiliki ijazah, tetapi harus dibekali keterampilan, etos kerja, dan jiwa adaptif yang tinggi," ujarnya, menekankan pentingnya mempersiapkan diri lebih dari sekadar gelar akademis.

Dalam upaya menjawab tantangan ini, Kementerian Ketenagakerjaan menggagas program Revitalisasi Balai Latihan Kerja (BLK).

 Baca Juga: Pekerjakan Penyandang Disabilitas, BRI Raih Penghargaan dari Menaker

Program ini akan menerapkan pendekatan Project-Based Learning (PBL), di mana peserta pelatihan tidak hanya menerima materi di kelas, tetapi juga langsung magang di industri.

Program revitalisasi BLK ini difokuskan pada pengembangan keterampilan dasar (foundational job skills), penguatan literasi teknologi seperti Internet of Things (IoT), big data, Artificial Intelligence (AI), serta penguasaan keterampilan masa depan yang berbasis kebutuhan sektor prioritas.

"BLK akan menjadi motor pelatihan skill masa depan, dengan lebih dari 300 unit BLK pemerintah yang siap difungsikan sebagai fasilitator utama," pungkas Yassierli.

Menaker Yassierli Desak Mahasiswa Kembangkan Kompetensi Lintas Bidang Hadapi Era Digital
Menaker Yassierli Desak Mahasiswa Kembangkan Kompetensi Lintas Bidang Hadapi Era Digital

Inisiatif ini diharapkan dapat mencetak tenaga kerja Indonesia yang lebih kompetitif dan siap menghadapi dinamika perubahan di pasar kerja global.

Editor : Kimda Farida
#Mahasiswa #menaker #kompetensi #Digitalisasi #tantangan