LombokPost - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri kembali menegaskan dukungan penuh terhadap kemerdekaan Palestina dan mengecam tindakan Israel yang dinilainya kejam dan tidak berprikemanusiaan.
Seruan ini disampaikan Megawati dalam pidato penutupan Kongres VI PDIP yang digelar di Bali pada Sabtu, 2 Agustus 2025.
Dalam pidatonya, Megawati dengan lantang menyuarakan, “Saya menyerukan kemerdekaan Palestina yang sampai hari ini masih berjuang untuk hak dasarnya sebagai sebuah bangsa merdeka dan berdaulat. Merdeka!”
Megawati serukan kemerdekaan Palestina dengan penuh empati terhadap penderitaan rakyat Palestina.
Ia menyoroti banyaknya anak-anak Palestina yang menjadi korban bom dan warga yang dilanda kelaparan akibat agresi Israel.
“Kasihan, anak-anaknya meninggal karena dibom. Yang membawa makanan malah dibunuh juga. Itu namanya naluriyah jahiliah,” tegas Presiden ke-5 RI ini.
Sebelum pidato di Kongres VI PDIP, Megawati juga telah menyerukan kemerdekaan Palestina dalam Forum Dialog Peradaban Global yang diselenggarakan di Beijing, Tiongkok, pada 10 Juli 2025, yang dihadiri 600 tokoh dari 144 negara.
Dalam forum itu, Megawati mengingatkan dunia bahwa kemajuan teknologi dan sains belum diiringi dengan kesadaran nurani kolektif, terutama dalam menyikapi penjajahan Israel atas Palestina.
“Palestina hingga kini masih menjadi simbol penderitaan dunia. Ini bukti bahwa semangat Dasa Sila Bandung yang anti penjajahan belum sepenuhnya terealisasi,” ucap Megawati di hadapan forum internasional.
Megawati kecam Israel sebagai pelaku penjajahan yang melanggar prinsip kemanusiaan dan martabat bangsa.
Ia mengajak dunia untuk kembali pada nilai-nilai solidaritas sebagaimana ditegaskan dalam Konferensi Asia-Afrika 1955 di Bandung.
Dengan dua podium besar, baik di forum internasional Beijing maupun Kongres VI PDIP, Megawati konsisten menempatkan kemerdekaan Palestina sebagai agenda moral dan politik yang tak bisa dinegosiasikan. (***)
Editor : Alfian Yusni