Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Marsma Fajar Adrianto Gugur, Pesawat Latih FASI Jatuh di Ciampea Bogor

Alfian Yusni • Minggu, 3 Agustus 2025 | 15:37 WIB
Pesawat latih jenis GT-500 dengan registrasi PK-S216 itu lepas landas dari Lanud Atang Sendjaja, Bogor, pada pukul 09.08 WIB dalam misi latihan profisiensi penerbangan olahraga dirgantara. (istimewa)
Pesawat latih jenis GT-500 dengan registrasi PK-S216 itu lepas landas dari Lanud Atang Sendjaja, Bogor, pada pukul 09.08 WIB dalam misi latihan profisiensi penerbangan olahraga dirgantara. (istimewa)

LombokPost - Duka menyelimuti dunia dirgantara Indonesia. Sebuah pesawat latih milik Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) jatuh di kawasan Ciampea, Bogor, pada Minggu pagi (3/8).

Kecelakaan ini menewaskan Marsma TNI (Purn) Fajar Adrianto, mantan Kepala Dinas Penerangan TNI AU.

Pesawat latih jenis GT-500 dengan registrasi PK-S216 itu lepas landas dari Lanud Atang Sendjaja, Bogor, pada pukul 09.08 WIB dalam misi latihan profisiensi penerbangan olahraga dirgantara. Namun hanya 11 menit setelah lepas landas, pesawat dilaporkan hilang kontak.

“Sekitar pukul 09.19 WIB, pesawat mengalami hilang kontak dan ditemukan jatuh di sekitar TPU Astana, Desa Benteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor,” ujar Kadispen TNI AU, Marsma TNI I Nyoman Suadnyana, dalam keterangan resmi.

Pesawat latih FASI jatuh itu mengangkut dua orang. Pilot utama adalah Marsma TNI Fajar Adrianto, yang langsung dinyatakan gugur di lokasi kejadian.

Satu penumpang lainnya dalam kondisi kritis dan langsung dilarikan ke RS TNI AU Lanud ATS Bogor.

Marsma TNI Fajar Adrianto. (istimewa)
Marsma TNI Fajar Adrianto. (istimewa)

Menurut pihak TNI AU, pesawat latih FASI GT-500 PK-S216 yang jatuh di Ciampea sebelumnya dinyatakan dalam kondisi layak terbang.

Namun demikian, penyebab kecelakaan masih dalam tahap investigasi lebih lanjut.Marsma Fajar Adrianto dikenal luas sebagai figur penting di lingkungan TNI AU.

Selain pernah menjabat sebagai Kadispen AU, ia juga dikenal sebagai salah satu penerbang F-16 senior yang kemudian mengabdikan diri di dunia olahraga dirgantara pascapurnawirawan.

 

Ia juga menjabat sebagai Asisten Potensi Dirgantara di Kaskoopsau dan Kapoksahli Kodiklatau.

Kecelakaan pesawat latih FASI ini memicu respons cepat dari aparat TNI AU, kepolisian, tim SAR, dan warga sekitar.

Lokasi kejadian di TPU Astana langsung diamankan, dan badan pesawat yang ringsek dibungkus terpal. “Kami sampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya,” ucap Marsma Nyoman.

Pesawat latih FASI jatuh ini menjadi peringatan keras akan pentingnya pengawasan ketat dalam latihan penerbangan sipil maupun militer.

Investigasi kini dipimpin oleh pihak berwenang TNI AU bersama otoritas penerbangan sipil untuk memastikan penyebab jatuhnya pesawat GT-500 tersebut.

Hingga Minggu sore, suasana di sekitar lokasi kejadian masih dipadati warga dan media.

Keluarga besar TNI AU dan FASI pun mulai berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir bagi almarhum Marsma Fajar Adrianto. (***)

Editor : Alfian Yusni
#gugur #fasi #pesawat latih #jatuh #Marsma TNI Fajar Adrianto