Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pagi Ceria dan Cek Kesehatan Gratis Bukan Sekadar Senam Atau Sehat, Ini Grand Strategy Jaga Generasi dari Gawai dan Gigi Bolong!

Nurul Hidayati • Selasa, 5 Agustus 2025 | 09:27 WIB
Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

LombokPost – Kalau melihat anak-anak sekolah senam pagi ceria, mungkin langsung senyum. A

h, manisnya. Tapi bagi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti, pemandangan itu punya arti lebih dalam.

Itu bukan sekadar senam, bukan cuma Pagi Ceria. Itu bagian dari "Program Hasil Terbaik Cepat" (PHTC) Presiden Prabowo. Sebuah grand strategy untuk menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman yang tak terlihat, termasuk gawai dan gigi bolong.

 Baca Juga: Cek Kesehatan Gratis di Sekolah, Bukan Sekadar Cek Fisik Namun Ini Jaring Mental Anak Bangsa!

Senin (4/8), Mendikdasmen Mu'ti memimpin langsung Pagi Ceria di salah satu SD di Jakarta. Lagu Indonesia Raya berkumandang, doa dipanjatkan, lalu Senam Anak Indonesia Hebat.

Semua ikut, dari siswa ingusan sampai guru-guru. Mu'ti pun ikut menggoyang badan.

Pesan Presiden Prabowo jelas: anak Indonesia harus sehat jasmani, kuat, makan bergizi, rajin olahraga, dan bersahabat. Klise? Mungkin. Tapi jika itu jadi program negara, lain soal.

 Baca Juga: Cek Kesehatan Gratis Bukan Sekadar Layanan, tapi Akselerator Daya Saing Bangsa

”Anak-anak Indonesia harus tumbuh menjadi generasi yang sehat jasmani, kuat, terbiasa makan bergizi, rajin berolahraga, dan bersahabat dengan teman,” ujar Menteri Mu’ti,

Nah, intinya ada di Cek Kesehatan Gratis (CKG). Ini bukan cuma formalitas medical check-up. 

Tujuannya: menanamkan budaya hidup sehat sejak dini. Dari status gizi, tinggi badan, mata, telinga, gigi, sampai kebugaran.

 Baca Juga:   Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Dimulai Serentak Kick Off Perdana Digelar di 12 Titik, DPR Minta Tes Kesehatan Jiwa Masuk Program CKG

"Pemeriksaan ini menjadi langkah preventif sekaligus bentuk kepedulian negara," kata Mu'ti.

Dia tahu, deteksi dini itu penting. Kalau gigi anak sudah rusak dari SD, mata minus tak tertangani, atau gizi kurang, bagaimana mau belajar maksimal? Bagaimana mau bersaing di masa depan?

Ini soal mencegah masalah sebelum masalah itu membesar dan menghambat potensi anak.

Tapi, ada satu insight menarik dari Mu'ti yang mungkin lebih relevan di era ini: penggunaan gawai. Ya, dia menyoroti peran orang tua. Gawai, katanya, pedang bermata dua. Bisa jadi alat edukasi, tapi juga bisa jadi racun.

Konten kekerasan, gim yang bikin candu, atau informasi tak bertanggung jawab. Di sinilah peran orang tua krusial. Negara bisa cek kesehatan, tapi disiplin gawai ada di tangan ayah dan ibu.

Jadi, ketika Kemendikdasmen dan Kemenkes bersinergi lewat Pagi Ceria dan CKG, itu bukan cuma soal anggaran atau target. Itu soal visi. Visi membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tapi juga sehat fisik dan mental.

Mendikdasmen Mu
Mendikdasmen Mu

Maria Endang Sumiwi dari Kemenkes menegaskan, ini akan jadi program tahunan. Setiap awal tahun ajaran.

Generasi yang siap menghadapi tantangan global 2045, tidak terbebani oleh gigi bolong, mata buram, atau mental health yang rapuh karena screen time berlebihan. Sebuah langkah besar yang dimulai dari pagi yang ceria di halaman sekolah. Dan itu butuh support semua lini, terutama dari rumah.

Editor : Jelo Sangaji
#cek kesehatan gratis #Indonesia #CKG #Anak #Kebugaran #masa depan