Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Banyak Murid Sekolah Rakyat Mengundurkan Diri, Menteri Sosial Ungkap Alasannya

Diwan Prima • Rabu, 6 Agustus 2025 | 09:20 WIB
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf mengungkapkan penerima Bantuan Sosial (Bansos) banyak terindikasi Judol.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf mengungkapkan penerima Bantuan Sosial (Bansos) banyak terindikasi Judol.

LombokPost - Tidak sedikit murid sekolah rakyat yang mengundurkan diri. Paling banyak berasal dari Pulau Jawa dan Sulawesi.

Para murid yang mengundurkan diri memiliki berbagai alasan yang membuat para guru pun tak bisa menghambatnya.

Menanggapi hal itu, Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul mengungkapkan pada umumnya, alasan sejumlah murid yang mengundurkan diri itu karena tidak betah tinggal di asrama.

Adapun, sejumlah murid lainnya beralasan karena ingin merawat orangtua di rumah karena tidak ada yang merawatnya.

Gus Ipul sapaan akrab Saifullah Yusuf pun tidak mau para murid yang mengundurkan diri itu sama sekali tidak sekolah.

Makanya, Gus Ipul melakukan dialog dengan murid yang mengundurkan diri dan juga orangtua agar tetap menyekolahkan anaknya di sekolah reguler.

Sebagai solusi, para murid yang mengundurkan diri dari sekolah rakyat itu pun memilih untuk sekolah reguler.

"Kalau memang itu sudah menjadi pilihan siswa dan keluarganya, tentu kita tidak bisa memaksa," papar Gus Ipul.

"Tapi kita siapkan penggantinya karena sudah ada data calon siswa yang layak untuk masuk ke Sekolah Rakyat," sambungnya.

Lebih lanjut Gus Ipul menambahkan total jumlah murid sekolah rakyat di seluruh Indonesia, sebanyak 9.705 orang.

Adapun jumlah murid yang mengundurkan diri sebanyak 115 orang atau 1,4 persen dari total murid sekolah rakyat.

"Di Kalimantan ada 10 siswa, di Sumatera 26 siswa, di Jawa dan Sulawesi masing-masing 35 siswa. Di Bali dan Nusa Tenggara 4 siswa. Sedangkan, di Maluku 5 siswa yang mengundurkan diri," ungkap Gus Ipul.

Walau demikian, ada ratusan murid yang mengundurkan diri, Kementerian Sosial (Kemensos) sudah mempersiapkan murid penggantinya.

Seperti di Jawa. Dari 35 murid yang mundur, sudah diganti 19 siswa. Sedangkan di Sumatera, dari 26 siswa yang mundur, telah digantikan 14 murid.

Adapun, di Bali dan Nusa Tenggara. Dari empat siswa yang mundur, sudah digantikan seluruhnya.

Sedangkan di Sulawesi, dari 35 siswa yang mundur, ada 26 yang sudah digantikan, dan sisanya masih dalam proses. Adapun di Kalimantan, masih dalam proses pergantian siswa.

Editor : Jelo Sangaji
#Kemensos #asrama #menteri sosial #murid sekolah rakyat