Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Prada Lucky Diduga Tewas Karena Ginjal dan Paru-paru Bocor Akibat Dianiaya, Anehnya Hingga Kini Belum Dilakukan Otopsi

Rosmayanthi • Rabu, 13 Agustus 2025 | 20:27 WIB

Prada Lucky tewas diduga karena ginjal dan paru-paru mengalami kebocoran akibat dianiaya, namun hingga kini belum dilakukan otopsi.
Prada Lucky tewas diduga karena ginjal dan paru-paru mengalami kebocoran akibat dianiaya, namun hingga kini belum dilakukan otopsi.
LombokPost - Prada Lucky Chepril Saputra Namo, Anggota Batalyon Teritorial Pembangunan 834 Waka Nga Mere (Yon TP 834/WM) Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) tewas ditangan para seniornya.

Prada Lucky sempat dilarikan ke Rumah Sakit Daerah (RSUD) Aeramo Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam kondisi babak belur, tubuh penuh luka, lebab dan terbakar akibat sulutan rokok.

Yang paling parah adalah kondisi organ dalam Prada Lucky. Dimana ginjal dan paru-parunya diduga bocor sehingga bagian dalam dipenuhi cairan.

Keterangan ini didapat pihak keluarga di dari pihak dokter RSUD Aeramo saat Prada Lucky dirawat intensif di ruang ICU.

Pihak keluarga menduga, ginjal dan paru-paru Prada Lucky diduga bocor akibat diduga disiksa senior-senior di tempatnya berdinas. 

"Ginjalnya bocor dan paru-parunya bilang ada cairan yang harus mendapat penanganan medis secara intensif," kata kakak perempuan Prada Lucky, Lusi Namo.

Lusy menerangkan saat itu Prada Lucky harus segera dirujuk ke Maumere karena kondisinya semakin parah. Namun, alat medis di rumah sakit itu tidak memadai sehingga direncanakan dirujuk ke Kupang, tetapi niat itu urung terlaksana karena adiknya meninggal.

"Jadi kami bingung kok selama ini dia tidak pernah mengeluh penyakit apa-apa, tapi tiba-tiba dirujuk karena ginjal bocor, ternyata dia disiksa berhari-hari," ucap Lusy.

Lusy menduga adiknya itu disiksa dan dianiaya berulang kali oleh seniornya ketika ada pergantian piket. Namun, ia belum mengetahui alasan adiknya diduga disiksa oleh para senior.

Anehnya, setelah Prada Lucky dinyatakan meninggal dunia bahkan telah dimakamkan, tidak ada tindakan otopsi yang dilakukan pihak TNI. Sementara kasus penganiayaan Prada Lucky oleh para seniornya sudah menyebar luas.

Sebelumnya, usai Prada Lucky dinyatakan meninggal dunia, sang ayah Sersan Mayor (Serma) Christian Namo sudah meminta agar jenazah putranya di otopsi pada Kamis (7/8/2025) siang. Namun pihak Rumah Sakit (RS) Tentara Wira Sakti Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) menolak dengan alasan tidak tersedianya dokter forensik pada RS tersebut.

"Sudah, kasih ke luar sekarang. Cari yang lain," suara Sersan Mayor (Serma) Christian Namo berteriak keras di depan ruang kamar mayat Christian kesal lantaran jenazah anaknya tak bisa diotopsi di rumah sakit milik TNI itu.

Pihak keluarga menduga ada unsur kesengajaan atas penolakan otopsi supaya penyebab tewasnya Prada Lucky tidak diketahui secara pasti.

Terhadap tuduhan ini, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana memberikan klarifikasi terkait isu adanya penolakan dari salah satu RS TNI untuk melakukan proses otopsi terhadap Prada Lucky. 

Kadispenad menegaskan, hambatan tersebut bukanlah bentuk penolakan, melainkan kendala teknis karena fasilitas di rumah sakit tersebut belum memadai untuk menangani tindakan medis dengan tingkat kompleksitas tinggi.

“Secara prinsip, kendalanya adalah teknis. Rumah sakit militer yang berada di sekitar lokasi kejadian memang memiliki keterbatasan fasilitas penunjang, sehingga pada kasus-kasus strategis tertentu, mereka tidak dapat melakukan penanganan secara langsung,” ucap Kadispenad memberikan klarifikasi kepada media Senin (11/8/).

Kadispenad juga menyebutkan, setelah diketahui bahwa RS pertama tidak dapat melakukan otopsi, pihaknya segera mengambil langkah untuk membantu mencari fasilitas kesehatan lain yang memiliki peralatan yang lebih lengkap.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana memberikan klarifikasi terkait isu adanya penolakan dari salah satu RS TNI untuk melakukan proses otopsi terhadap Prada.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana memberikan klarifikasi terkait isu adanya penolakan dari salah satu RS TNI untuk melakukan proses otopsi terhadap Prada.

“Kami tetap berupaya membantu. Langkah yang kami tempuh adalah memindahkan proses otopsi ke rumah sakit lain yang lebih siap, sebagai solusi untuk mengatasi kendala yang membuat otopsi pertama dan kedua belum dapat terlaksana,” tambah Kadispenad.

Editor : Siti Aeny Maryam
#dianiaya #Prada Lucky #Epi Seprina #Tewasnya #TNI