Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Menkeu Sri Mulyani Klaim Indonesia Berpotensi Jadi Role Model Negara Muslim Dunia melalui Ekonomi Syariah

Yuyun Kutari • Kamis, 14 Agustus 2025 | 04:15 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati

Lombok Post - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menegaskan Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi role model bagi negara-negara Muslim di dunia, jika mampu membangun struktur ekonomi berbasis syariah secara tepat dan berkelanjutan.

Menurutnya, potensi ini akan tercapai apabila prinsip-prinsip syariah diterapkan dengan benar, tanpa menambah beban, menciptakan inefisiensi, atau menimbulkan moral hazard. "Kalau kita bisa membangun struktur ekonomi syariah yang benar, saya yakin kita akan melejit menjadi nomor satu di dunia," ujar Menkeu dalam acara Sarasehan Nasional Ekonomi Syariah: Refleksi Kemerdekaan RI Tahun 2025 yang diselenggarakan di Jakarta, Rabu (13/8).

Menkeu menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) diarahkan untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah dengan meneladani karakter Rasulullah SAW, yaitu integritas (shidiq dan amanah), transparansi (tabligh), serta kecerdasan adaptif (fathonah) dalam pengelolaan keuangan negara dan mendorong pertumbuhan ekonomi syariah.

"Keuangan negara adalah instrumen yang ingin mengantarkan, melajukan, dan membuka jalan bagi banyak keinginan untuk menciptakan ekonomi syariah terbesar di dunia," lanjutnya.

Sebagai contoh, Menkeu menyebut inovasi cash waqf linked sukuk sebagai instrumen pembiayaan syariah yang dapat menjadi solusi atas berbagai permasalahan kekinian. Inovasi ini telah meraih penghargaan dari Islamic Development Bank sebagai bentuk pembiayaan sosial berbasis wakaf yang inovatif.

“Sudah ada rumah sakit mata yang dibangun. Ke depan, proyek-proyek serupa akan terus kami tingkatkan,” jelas Sri Mulyani.

Ia menilai, apabila Indonesia mampu terus mengelola ekonominya dengan baik, maka peluang untuk menjadi panutan bagi negara-negara Muslim lainnya dalam memadukan nilai-nilai Islam dan pertumbuhan ekonomi modern akan semakin besar.

"Kalau kita bisa menjalankan nilai-nilai keislaman dan menjadikan Indonesia sebagai ekonomi besar dan kuat, maka kita bisa menciptakan kemaslahatan bagi umat. Karena itu, penting bagi kita untuk terus mengelola ekonomi dengan baik," tegasnya.

Untuk mencapai cita-cita tersebut, Presiden Prabowo Subianto melalui visi Astacita telah mulai membangun ekonomi dari akar rumput, antara lain melalui Koperasi Desa Merah Putih, layanan pemeriksaan kesehatan gratis, program makan bergizi gratis, sekolah rakyat, serta penguatan ketahanan pangan dengan memberdayakan petani dan nelayan.

“Saya berharap sarasehan ini bisa lebih fokus dalam merumuskan strategi berdasarkan platform Presiden, yang telah menunjukkan keberpihakan dan arah untuk mencapai keadilan di Indonesia. APBN adalah instrumen kita bersama, dan akan terus kita gunakan untuk menjawab dan mewujudkan tujuan-tujuan ideal bangsa,” pungkasnya. 

Editor : Redaksi Lombok Post
#Indonesia #Islamic Development Bank #Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) #ekonomi syariah #sri mulyani indrawati