Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Distribusi Beras Murah SPHP Masih Seret, Sehari Hanya 2.500 Ton

Lombok Post Online • Jumat, 15 Agustus 2025 | 18:38 WIB

ANGKUT: Seorang ibu rumah tangga membeli beras SPHP di pasar murah yang diladakan Bulog Lotim beberapa bulan lalu.
ANGKUT: Seorang ibu rumah tangga membeli beras SPHP di pasar murah yang diladakan Bulog Lotim beberapa bulan lalu.
 

LombokPost - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan meminta penyaluran beras SPHP supaya dipercepat.

Karena informasi yang dia terima, penyaluran beras murah SPHP masih di angka 2.500 ton setiap harinya.

Menurut Zulhas, pasar tradisional merupakan saluran paling efektif untuk penyaluran SPHP.

“Kami minta SPHP disalurkan langsung ke pasar. Kalau lewat bazar, prosesnya terlalu lambat,” ujar pria yang akrab disapa Zulhas itu.

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengatakan, tata niaga beras SPHP sejauh ini berjalan baik. Hanya saja harus dipercepat dan diperbanyak distribusinya.

Zulhas juga memantau langsung pelaksanaan distribusi ke sejumlah pasar. “(beras) SPHP belum sepenuhnya sampai karena butuh persiapan. Idealnya, bisa tersalurkan 10 ribu ton per hari sehingga sebulan mencapai 300 ribu ton,” jelasnya.

Meskipun begitu dia optimistis distribusi beras SPHP akan meningkat saat memasuki masa panen raya.

Sementara itu Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan pasokan beras SPHP akan terus digelontorkan ke pasar. Tujuannya untuk menjaga stabilitas harga sekaligus mendukung pedagang kecil.

“Ini akan membentuk struktur pasar baru yang lebih menguntungkan produsen dan konsumen," katanya.

Amran mengatakan di pasar tradisional, harga beras medium saat ini sekitar Rp 13.000 per kilogram. Jauh lebih murah dibanding beras premium di pasar modern yang mencapai Rp 17.000 sampai Rp 18.000 per kilogram.

Amran juga menyampaikan setelah kasus beras oplosan, terjadi pergeseran struktur pasar beras di Indonesia. Konsumen sekarang cenderung beralih dari pasar modern ke pasar tradisional dan eceran. Di mana pasokan berasnya berasal dari penggilingan kecil dan menengah. Sehingga penjualan mereka meningkat.

Saat ini stok beras di pasar tradisional melimpah. Sehingga memberikan keuntungan bagi penggilingan kecil dan pedagang. Kondisi ini dinilai positif karena mendorong transparansi harga, memperkuat pelaku usaha kecil, serta tetap menjamin ketersediaan stok beras.

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

Menurut pedagang dan penggilingan kecil, situasi ini menjadi berkah yang membuat mereka merasa lebih optimistis. “Kondisi ini justru menurut pedagang dan penggilingan kecil menjadi berkah bagi mereka. Penggilingan kecil dan pengecer bahagia,” ungkapnya. (wan/JPG/r3)

Editor : Pujo Nugroho
#Panen Raya #Beras #zulhas #SPHP #Pangan