Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Prabowo Dorong Pembiayaan Kreatif di Luar APBN, Perkuat Peran Swasta dan Danantara untuk Pertumbuhan Ekonomi

Nurul Hidayati • Minggu, 17 Agustus 2025 | 14:23 WIB
Prabowo Dorong Pembiayaan Kreatif di Luar APBN, Perkuat Peran Swasta dan Danantara untuk Pertumbuhan Ekonomi
Prabowo Dorong Pembiayaan Kreatif di Luar APBN, Perkuat Peran Swasta dan Danantara untuk Pertumbuhan Ekonomi

LombokPost – Presiden Prabowo Subianto menyatakan perlunya pendekatan inovatif dalam pembiayaan pembangunan, tidak lagi hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Dalam pidato pengantar RAPBN 2026, Presiden menyerukan skema pembiayaan yang lebih kreatif.

Dengan memberdayakan peran Danantara Indonesia dan swasta sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi.

"Tidak lagi semua hal harus bergantung pada APBN," tegas Prabowo.

Visi ini menunjukkan pergeseran paradigma, di mana pemerintah ingin menciptakan ekosistem investasi yang lebih dinamis dan beragam.

Peran Danantara Indonesia akan dioptimalkan, termasuk melibatkan swasta nasional dan global secara sinergis dan kolaboratif, terutama untuk aktivitas ekonomi bernilai tambah tinggi yang memberi keuntungan komersial.

Prabowo percaya bahwa dengan skema pembiayaan yang lebih kreatif ini, pemerintah dapat lebih masif dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan investasi, serta memperkuat inovasi pembiayaan.

Belanja negara, baik dari pemerintah pusat maupun transfer ke daerah, didesain menjadi satu kesatuan yang bertujuan mewujudkan pemerataan ekonomi dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Selain itu, pengelolaan utang dan defisit juga akan dijaga pada batas aman untuk memastikan keberlanjutan fiskal jangka menengah panjang, yang menjadi jangkar bagi stabilitas ekonomi.

Dengan mendorong kolaborasi lintas sektor dan inovasi pembiayaan, pemerintah Prabowo optimistis dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan tanpa membebani APBN secara berlebihan.

Sektor pembiayaan, Presiden Prabowo menegaskan bahwa APBN akan dikelola secara prudent dan inovatif, menjaga rasio utang pada batas aman.

Sekaligus memberdayakan peran BPI Danantara Indonesia dan sektor swasta untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Dengan pengelolaan fiskal yang sehat, Presiden Prabowo menargetkan pertumbuhan ekonomi 2026 sebesar 5,4 persen atau lebih, inflasi terkendali di level 2,5 persen, dan angka pengangguran terbuka turun ke kisaran 4,44–4,96 persen.

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post


“Angka kemiskinan kita turunkan ke 6,5 persen hingga 7,5 persen, rasio Gini kita turun ke tingkat 0,377 sampai 0,38. Indeks Modal Manusia kita targetkan 0,57,” ucap Presiden.

Editor : Kimda Farida
#prabowo #presiden #apbn #Danantara #BUMN