Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ratusan Penari Kolosal Tembolak Beak NTB Tampil Apik dan Sukses Memukau Istana Merdeka di HUT RI ke-80

Yuyun Kutari • Minggu, 17 Agustus 2025 | 19:52 WIB
Ratusan penari kolosal dari NTB berhasil menunjukkan penampilan terbaik, dalam peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-80 di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu sore (17/8).
Ratusan penari kolosal dari NTB berhasil menunjukkan penampilan terbaik, dalam peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-80 di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu sore (17/8).

Lombok Post - Sebanyak 218 penari kolosal dari NTB berhasil menunjukkan penampilan terbaik sehingga memukau para tamu undangan dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-80 di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu sore (17/8).

Para penari membawakan Tari Tembolak Beak, sebuah pertunjukan seni yang merepresentasikan kekayaan budaya tiga etnis di NTB: Sasak, Samawa, dan Mbojo. Tarian ini diiringi lantunan musik tradisional gendang beleq khas Suku Sasak dari Lombok, dan ditampilkan tepat pukul 16.15 WIB, sesaat sebelum Upacara Penurunan Bendera Merah Putih yang dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Tari kolosal ini digagas oleh Kepala Taman Budaya NTB Lalu Suryadi Mulawarman, dan menjadi salah satu sorotan utama dalam perayaan kenegaraan tersebut. Para penari tampil percaya diri meskipun sempat dilanda ketegangan sebelum tampil di hadapan Presiden dan tamu negara, termasuk dari 13 perwakilan negara sahabat.

Baca Juga: Siap-siap 200 Penari NTB Bakal Tampil di Istana Negara, Wajib Memukau Tujuh Menit di Panggung Utama

Salah satu penabuh gendang beleq asal Lombok Barat, Akmal, mengaku bangga bisa tampil dalam perayaan besar ini.
“Ini adalah momen bersejarah bagi NTB. Semoga menjadi langkah awal agar budaya kita dikenal lebih luas, baik di dalam negeri maupun dunia internasional,” ujar Akmal usai penampilan.

Kepala Bidang Kepemudaan Dispora NTB, Tarmizi atau yang akrab disapa Aji, turut mendampingi rombongan penari ke Jakarta. Ia mengaku sangat puas dengan penampilan luar biasa para penari muda dari NTB.

“Ini sungguh spektakuler. Anak-anak sempat tegang, tapi hasilnya luar biasa. Mereka bahkan menanti dari pagi hingga sore untuk tampil. Ini benar-benar penampilan yang memukau,” kata Aji.

Baca Juga: Rayakan HUT RI ke-80, ITDC Gelar Upacara hingga Atraksi Budaya

Dirinya berharap kehadiran perwakilan dari 13 negara dapat membuka peluang internasional bagi para seniman muda NTB.

“Kami berharap salah satu negara tertarik dan mengundang mereka tampil di ajang internasional,” tambahnya.

Sella Aprilina, salah satu penari, mengungkapkan rasa haru dan bangganya.
“Saya bangga sekaligus speechless. Rasanya merinding tampil di depan ribuan orang dan tamu negara,” ucapnya.

Sementara itu, Lalu Galih Asanka Mulawarman tampil membacakan puisi berjudul Merdeka karya sang koreografer, Lalu Suryadi Mulawarman. Penampilannya menjadi simbol semangat perjuangan generasi muda NTB yang ingin bersuara melalui seni.

“Saya sempat takut, tapi saya berusaha tampil maksimal. Puisi ini ingin menyampaikan semangat perjuangan kepada anak muda lewat bait-bait yang saya sampaikan,” ujar Galih.

Baca Juga: Persiapan Sudah 99 Persen, Tembolak Beak Jadi Persembahan NTB untuk Indonesia di Istana Merdeka

Ia pun menitipkan pesan kepada generasi muda NTB agar tidak takut mencoba hal-hal baru. “Anak-anak muda NTB punya potensi besar. Banyak yang berkualitas dan bisa bersaing di kancah nasional hingga internasional,” tegasnya.

Berikut puisi Merdeka yang dibacakan Galih dalam acara penurunan Bendera Merah Putih di Istana Merdeka:

MERDEKA
Serentak seluruh persada Indonesia teriak MERDEKA.
Kita adalah bangsa berdaulat
Kita adalah bangsa berdikari
Kita adalah bangsa yang berpribadian utama
80 Tahun Dirgahayu Indonesia
Adalah waktu untuk kita maju dan berjaya
Sekarang inilah saatnya
Tak akan mundur walau setapak
MERDEKA
MERDEKA
MERDEKA

Editor : Jelo Sangaji
#Presiden Prabowo Subianto #Mbojo #SAMAWA #Sasak #NTB #istana merdeka #Budaya NTB