LombokPost - Dua student athlete Honda DBL, Farrel Argantha Irawan dan Arafat Abdullah Hanif, terpilih sebagai anggota Paskibraka Nasional 2025. Keduanya bertugas mengibarkan Sang Merah Putih di Istana Negara pada peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kisah mereka membuktikan, arena Honda DBL tak hanya mencetak atlet basket, tetapi juga melahirkan generasi muda berprestasi di berbagai bidang, termasuk menjadi anggota Paskibraka Nasional 2025.
Farrel Argantha Irawan, yang membela SMA Highscope Indonesia di Honda DBL 2025 South Jakarta Series, adalah sosok multidimensi.
Selain atlet basket, Farrel juga seorang atlet anggar berprestasi. Ia telah mengikuti berbagai kejuaraan internasional, dan tahun lalu sukses debut di FIE World Fencing Championships di Arab Saudi.
Keberhasilan Farrel menjadi Paskibraka Nasional 2025 menunjukkan bahwa bakat di Honda DBL bisa merambah ke banyak prestasi.
Sementara itu, Arafat Abdullah Hanif dari SMA Amman Academy, Lombok, juga mengukir jejak cemerlang. Meski baru debut di Honda DBL 2024 West Nusa Tenggara, Arafat juga menorehkan prestasi global.
Ia sukses meraih medali emas dan perak di World Scholar’s Cup Tournament of Champions di Amerika Serikat. Prestasi di kompetisi debat tingkat dunia ini makin mengukuhkan Arafat sebagai student athlete DBL yang layak menjadi anggota Paskibraka Nasional 2025.
Terpilihnya Farrel dan Arafat selaras dengan misi DBL Indonesia yang memang tak hanya fokus pada basket.
Founder dan CEO DBL Indonesia, Azrul Ananda, menegaskan bahwa 99 persen peserta Honda DBL tidak akan menjadi atlet profesional. Oleh karena itu, DBL hadir untuk menyiapkan siswa agar berkarir profesional di berbagai bidang.
Menurutnya, hanya sekitar 1 persen yang benar-benar meniti karier sebagai atlet, itupun tidak sepenuhnya bisa terserap ke liga basket profesional Indonesia karena keterbatasan jumlah tim dan pertandingan.
Konsistensi ini terlihat dari aturan ketat, termasuk syarat nilai akademik minimal 7, yang memastikan para student athlete memiliki karakter dan prestasi akademis yang baik.
Siswa pindahan juga tidak diperkenankan bermain, begitu pula siswa yang tinggal kelas. Aturan ini sudah berlaku sejak DBL pertama kali digelar pada 2004 dan konsisten dijalankan hingga sekarang.
Selain itu, DBL juga menerapkan berbagai peraturan yang mengajarkan kedisiplinan kepada pemain maupun pelatih. Aturan tersebut berlaku untuk semua pihak tanpa pengecualian, menjadikan DBL bukan hanya wadah kompetisi basket, tetapi juga tempat pembentukan karakter.
Honda DBL with Kopi Good Day 2025–2026 hadir di 31 kota dan 22 provinsi di Indonesia. Melalui program DBL Camp, student athlete terbaik mendapat kesempatan untuk masuk seleksi DBL Indonesia All-Star. Musim ini, DBL juga menghadirkan AZA 3X3 Competition 2025–2026, dengan seluruh pertandingan disiarkan langsung melalui kanal YouTube DBL Play.
Editor : Pujo Nugroho