Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ini Dia Pernyataan Kontroversi Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach, NasDem Nonaktifkan Keduanya dari DPR RI per 1 September 2025

Nurul Hidayati • Minggu, 31 Agustus 2025 | 13:18 WIB
Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

LombokPost — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan dua anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach.

Keputusan ini diambil menyusul kontroversi yang dipicu oleh pernyataan publik keduanya yang dianggap mencederai perasaan rakyat dan menyimpang dari perjuangan partai.

Pernyataan kontroversial yang memicu reaksi publik hingga kondisi memanas.

Ahmad Sahroni menjadi sorotan setelah menyebut masyarakat yang menyerukan pembubaran DPR sebagai "orang tolol sedunia" saat kunjungan kerja di Polda Sumatera Utara pada 22 Agustus.

"Mental manusia yang begitu adalah mental orang tertolol sedunia. Catat nih, orang yang cuma bilang bubarin DPR itu adalah orang tolol sedunia," cetus Sahroni.

Pernyataan ini menuai kecaman luas karena dianggap merendahkan aspirasi publik.

Nafa Urbach juga tidak luput dari kritik setelah mendukung tunjangan rumah bagi anggota DPR sebesar Rp 50 juta per bulan.

Dalam siaran langsung media sosial, ia menjelaskan tunjangan tersebut bertujuan untuk membantu anggota dari luar daerah mendapatkan tempat tinggal yang layak dekat dengan lokasi tugas.

Namun, pernyataan ini dianggap tidak peka terhadap kondisi ekonomi rakyat.

Gelombang protes yang masif membuat Nafa sempat mematikan kolom komentar di akun media sosialnya.

NasDem Ambil Tindakan Tegas.

Dalam siaran pers yang dirilis pada 31 Agustus 2025, Ketua Umum Surya Paloh dan Sekretaris Jenderal Hermawi F. Taslim menegaskan perjuangan Partai NasDem berlandaskan pada tujuan nasional dan aspirasi rakyat harus menjadi acuan utama.

Mereka menilai pernyataan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach telah menyimpang dari prinsip-prinsip tersebut.

“Pernyataan dari perwakilan rakyat khususnya Anggota DPR-RI dari Fraksi Partai NasDem yang telah menyinggung dan mencederai perasaan rakyat, dan hal tersebut merupakan penyimpangan terhadap perjuangan Partai NasDem,” demikian bunyi salah satu poin dalam siaran pers tersebut.

Sebelumnya, siaran pers tersebut menjelaskan beberapa hal yang menjadi acuan Partai NasDem.

Pertama, aspirasi rakyat harus tetap menjadi acuan utama.

Kedua, perjuangan partai merupakan perwujudan tujuan nasional bangsa Indonesia.

Ketiga, partai merasa berduka atas peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini dan menyerukan bela sungkawa.

Terakhir, pernyataan dari perwakilan rakyat di DPR telah dianggap menyimpang.

Ini Dia Penyataan Kontroversi Pernyataan Publik Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach, NasDem Nonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari DPR RI per 1 September 2025
Ini Dia Penyataan Kontroversi Pernyataan Publik Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach, NasDem Nonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari DPR RI per 1 September 2025

Keputusan ini diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi seluruh anggota partai dan perwakilan rakyat dari NasDem untuk tetap sejalan dengan visi dan misi partai dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Sebagai tindak lanjut, DPP Partai NasDem secara resmi menonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari posisi mereka di DPR RI terhitung sejak 1 September 2025.

Nafa Urbach sendiri, setelah menerima masukan publik, menyatakan akan menyerahkan gaji dan tunjangannya untuk disalurkan kepada masyarakat.

Langkah tegas partai ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh kader untuk selalu menjaga sensitivitas terhadap kondisi dan perasaan publik.

Editor : Kimda Farida
#DPP #publik #Ahmad Sahroni #nafa urbach #kontroversi #Partai Nasdem