Berikut Adalah Daftar Nama Empat Anggota DPR RI Yang Dinonaktifkan Partai Politiknya, Buntut Kontroversi dan Aksi yang Memicu Keresahan Publik
Nurul Hidayati• Minggu, 31 Agustus 2025 | 15:51 WIB
Barcode Lombok Post
LombokPost — Dalam satu hari ini Minggu (31/8/2025), publik dikejutkan dengan keputusan dua partai politik besar, Partai NasDem dan Partai Amanat Nasional (PAN).
Kedua parpol besar ini menonaktifkan total empat anggota DPR RI dari fraksi masing-masing. Keempat anggota DPR RI itu kini non aktif mulai Senin (1/9/2025).
Keputusan ini diambil sebagai respons atas kontroversi dan tindakan para anggota yang dinilai mencederai perasaan masyarakat serta menyimpang dari garis perjuangan partai.
Berikut adalah daftar empat anggota DPR RI yang dinonaktifkan partai politik.
Ahmad Sahroni (Partai NasDem) Ahmad Sahroni dinonaktifkan setelah pernyataan kontroversialnya yang menyebut masyarakat yang menyerukan pembubaran DPR sebagai "orang tolol sedunia."
Pernyataan ini disampaikan saat kunjungan kerja di Sumatera Utara dan menuai kecaman luas karena dianggap merendahkan aspirasi publik. Partai NasDem menilai pernyataan tersebut telah menyimpang dari perjuangan partai yang mengedepankan aspirasi rakyat.
Nafa Urbach (Partai NasDem) Nafa Urbach dinonaktifkan setelah menuai kritik deras karena mendukung tunjangan rumah anggota DPR sebesar Rp 50 juta per bulan.
Meskipun telah memberikan klarifikasi bahwa tunjangan itu untuk membantu anggota dari luar daerah, pernyataannya dianggap tidak peka terhadap kondisi ekonomi rakyat.
Gelombang protes yang masif membuat Partai NasDem mengambil langkah tegas.
Eko Patrio (PAN) Eko Patrio dinonaktifkan setelah video dirinya berjoget di ruang sidang DPR viral. Aksi tersebut terjadi di tengah isu sensitif kenaikan tunjangan anggota dewan, yang memicu kemarahan publik.
Meskipun Eko telah mengklarifikasi bahwa joget itu spontan dan bukan untuk meledek rakyat, PAN memutuskan untuk menonaktifkannya demi meredam keresahan masyarakat.
Uya Kuya (PAN) Uya Kuya juga dinonaktifkan PAN karena video joget yang sama. Kontroversi ini menambah daftar panjang kritik terhadap Uya Kuya yang dianggap kerap membuat sensasi.
Meskipun ia telah meminta maaf dan menjelaskan bahwa video tersebut adalah konten lama yang diunggah ulang, keputusan partai tetap diambil.
Keputusan menonaktifkan keempat anggota DPR RI ini mengirimkan pesan kuat dari partai politik kepada kadernya untuk selalu berhati-hati dalam bertindak dan berbicara di ruang publik.
Berikut Adalah Daftar Nama Empat Anggota DPR RI Yang Dinonaktifkan Partai Politiknya, Buntut Kontroversi dan Aksi yang Memicu Keresahan Publik
Situasi ini menunjukkan bahwa sensitivitas terhadap perasaan dan kondisi rakyat menjadi faktor krusial yang tidak bisa diabaikan oleh para wakil rakyat.