Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Harga Emas Cetak Rekor Baru, Ditopang Isu Ketidakmandirian Federal Reserve     

Lombok Post Online • Rabu, 3 September 2025 | 21:26 WIB
Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

LombokPost - Harga emas global kembali mencatat rekor baru Selasa (2/9).

Tren tersebut memberikan sinyal rally logam mulai disebabkan isu ketidakpastian kemandirian bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed). Di Indonesia, komoditas itu pun ikut bergerak di tengah kekacauan politik tanah air.

Menurut lansiran Agence France-Presse, emas sempat menyentuh harga USD 3.501,59 per troy ounce dalam jam perdagangan Asia Selasa (2/9).

Angka itu mengalahkan rekor sebelumnya, USD 3.500,10 pada April lalu. ’

Peningkatan ini mencerminkan pelemahan dolar AS (USD).

"Sekaligus, peningkatan permintaan emas dari investor dan lembaga yang melepas obligasi AS,’’ papar Ipek Ozkardeskaya dari Swissquote Bank.

Lepas Surat Utang AS

Dia menjelaskan, manuver investor untuk melepas produk surat utang pemerintah AS memang sudah terjadi dalam satu dekade terakhir.

Namun, pengeserannya menuju aset emas melonjak tahun ini di tengah banyak isu ekonomi Negeri Paman Sam itu. Mulai krisis utang, penurunan peringkat kredit, krisis dagang, dan perselisihan geopolitik. 

Analis Dupoin Futures Indonesia Andy Nugraha menambahkan, indikator teknikal masih berpihak pada pembeli.

Kombinasi pola candlestick dan pergerakan moving average menunjukkan tren bullish semakin solid. ’’Jika momentum bertahan, XAU/USD bisa menguji area USD 3.525. Namun, bila koreksi terjadi, area USD 3.440 menjadi support terdekat yang perlu diperhatikan,’’ terangnya.

Tunggu Data Inflasi

Dia mengatakan, pasar AS masih relatif sepi karena libur Hari Buruh, namun ketidakpastian politik dan ekonomi di Washington menjaga minat kuat investor pada logam mulia. Fokus utama pasar pekan ini adalah nonfarm payrolls (NFP) yang akan dirilis Jumat nanti (5/9). “Data itu dipandang sebagai katalis besar bagi arah kebijakan moneter The Fed. Sebelumnya, data inflasi menunjukkan harga konsumen naik hampir 3 persen secara tahunan, melampaui target 2 persen bank sentral,” bebernya.

Menurut Prime Market Terminal, peluang pemangkasan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada pertemuan September diperkirakan mencapai 85 persen. Langkah dovish itu menjadi pendorong utama penguatan harga emas. Investor fokus pada isu upaya Presiden Donald Trump untuk memecat Anggota Dewan Gubernur The Fed Lisa Cook.

NAIK HARGA: Petugas menunjukkan emas Antam di Butik Emas Logam Mulia PT. Aneka Tambang (Antam) di kantor pusat Jalan TB. Simatupang, Jakarta. Harga emas Antam (ANTM) naik menjadi Rp 2 jutaan.
NAIK HARGA: Petugas menunjukkan emas Antam di Butik Emas Logam Mulia PT. Aneka Tambang (Antam) di kantor pusat Jalan TB. Simatupang, Jakarta. Harga emas Antam (ANTM) naik menjadi Rp 2 jutaan.

Logam Mulia Indonesia 

Selain itu, keputusan Pengadilan Banding AS yang menyatakan sebagian besar tarif perdagangan ilegal menambah lapisan ketidakpastian di pasar. Situasi tersebut membuat investor semakin mencari perlindungan melalui aset safe haven, termasuk emas.

Di Indonesia, harga emas Antam sebesar Rp 2,009 juta per gram Selasa (2/9). ’’Dengan tren teknikal yang bullish, fundamental yang mendukung, serta ketidakpastian politik yang berlanjut, prospek emas tetap positif dalam jangka pendek,’’ ujar Andy.

Pergerakan Emas Antam Sepekan Terakhir

Selasa (26/8) Rp 1.932.000 per gram 

Rabu (27/8) Rp 1.940.000 per gram 

Kamis (28/8) Rp 1.944.000 per gram

Jumat (29/8) Rp 1.964.000 per gram 

Sabtu (30/8) Rp 1.980.000 per gram 

Minggu (31/8) Rp 1.980.000 per gram 

Senin (1/9) Rp 1.978.000 per gram 

Selasa (2/9) Rp 2.009.000 per gram  

Sumber: Logammulia.com

(bil/dio/JPG/r3)

Editor : Pujo Nugroho
#EMAS #Investor #Indonesia #tren #antam