LombokPost - Harga emas global kembali mencatat rekor baru Selasa (2/9).
Tren tersebut memberikan sinyal rally logam mulai disebabkan isu ketidakpastian kemandirian bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed). Di Indonesia, komoditas itu pun ikut bergerak di tengah kekacauan politik tanah air.
Menurut lansiran Agence France-Presse, emas sempat menyentuh harga USD 3.501,59 per troy ounce dalam jam perdagangan Asia Selasa (2/9).
Angka itu mengalahkan rekor sebelumnya, USD 3.500,10 pada April lalu. ’
Peningkatan ini mencerminkan pelemahan dolar AS (USD).
"Sekaligus, peningkatan permintaan emas dari investor dan lembaga yang melepas obligasi AS,’’ papar Ipek Ozkardeskaya dari Swissquote Bank.
Lepas Surat Utang AS
Dia menjelaskan, manuver investor untuk melepas produk surat utang pemerintah AS memang sudah terjadi dalam satu dekade terakhir.
Namun, pengeserannya menuju aset emas melonjak tahun ini di tengah banyak isu ekonomi Negeri Paman Sam itu. Mulai krisis utang, penurunan peringkat kredit, krisis dagang, dan perselisihan geopolitik.
Analis Dupoin Futures Indonesia Andy Nugraha menambahkan, indikator teknikal masih berpihak pada pembeli.
Kombinasi pola candlestick dan pergerakan moving average menunjukkan tren bullish semakin solid. ’’Jika momentum bertahan, XAU/USD bisa menguji area USD 3.525. Namun, bila koreksi terjadi, area USD 3.440 menjadi support terdekat yang perlu diperhatikan,’’ terangnya.
Tunggu Data Inflasi
Dia mengatakan, pasar AS masih relatif sepi karena libur Hari Buruh, namun ketidakpastian politik dan ekonomi di Washington menjaga minat kuat investor pada logam mulia. Fokus utama pasar pekan ini adalah nonfarm payrolls (NFP) yang akan dirilis Jumat nanti (5/9). “Data itu dipandang sebagai katalis besar bagi arah kebijakan moneter The Fed. Sebelumnya, data inflasi menunjukkan harga konsumen naik hampir 3 persen secara tahunan, melampaui target 2 persen bank sentral,” bebernya.
Menurut Prime Market Terminal, peluang pemangkasan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada pertemuan September diperkirakan mencapai 85 persen. Langkah dovish itu menjadi pendorong utama penguatan harga emas. Investor fokus pada isu upaya Presiden Donald Trump untuk memecat Anggota Dewan Gubernur The Fed Lisa Cook.
Logam Mulia Indonesia
Selain itu, keputusan Pengadilan Banding AS yang menyatakan sebagian besar tarif perdagangan ilegal menambah lapisan ketidakpastian di pasar. Situasi tersebut membuat investor semakin mencari perlindungan melalui aset safe haven, termasuk emas.
Di Indonesia, harga emas Antam sebesar Rp 2,009 juta per gram Selasa (2/9). ’’Dengan tren teknikal yang bullish, fundamental yang mendukung, serta ketidakpastian politik yang berlanjut, prospek emas tetap positif dalam jangka pendek,’’ ujar Andy.
Pergerakan Emas Antam Sepekan Terakhir
Selasa (26/8) Rp 1.932.000 per gram
Rabu (27/8) Rp 1.940.000 per gram
Kamis (28/8) Rp 1.944.000 per gram
Jumat (29/8) Rp 1.964.000 per gram
Sabtu (30/8) Rp 1.980.000 per gram
Minggu (31/8) Rp 1.980.000 per gram
Senin (1/9) Rp 1.978.000 per gram
Selasa (2/9) Rp 2.009.000 per gram
Sumber: Logammulia.com
(bil/dio/JPG/r3)
Editor : Pujo Nugroho