LombokPost--Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Raja Juli Antoni menjadi sorotan setelah foto dirinya bermain domino bersama Aziz Wellang, tersangka kasus pembalakan liar, beredar luas.
Foto tersebut diambil pada 1 September 2025 di posko Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS).
Raja Juli Antoni terlihat duduk berdampingan dengan Aziz Wellang yang sedang berkaus, sementara Menteri Perlindungan Pekerja Migran Abdul Kadir Karding duduk di paling kanan.
Raja Juli Antoni membantah mengenali Aziz Wellang yang telah ditetapkan sebagai tersangka pembalakan liar oleh Direktorat Penegakan Hukum Kementerian LHK pada November 2024.
Menurutnya, pertemuan itu terjadi secara tidak sengaja saat ia berkunjung untuk bertemu dengan Menteri Karding.
Ia mengaku hanya berdiskusi berdua dengan Karding selama dua jam dan tidak membahas kasus kehutanan sama sekali.
Namun, publik menyangsikan klaim Raja Juli Antoni yang menyatakan tidak mengenal Aziz Wellang.
Baca Juga: Kasus Perusakan dan Pembakaran Kantor Dewan NTB, Ketua DPRD NTB Diperiksa Hari Ini
Banyak netizen menilai mustahil seorang menteri kehutanan tidak mengetahui identitas tersangka pembalakan liar yang telah ditangani oleh kementeriannya sendiri.
Akun X @fibr*** menulis, “Emang nya kagak dikenalin dulu, mosok ujug-ujug langsung main gaple.. gak mungkin lah.. jangan banyak bohong.”
Kasus pembalakan liar yang menjerat Aziz Wellang sempat dihentikan penyidikannya pada Februari 2025 setelah Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mengabulkan gugatan praperadilan yang diajukan olehnya.
Keputusan ini menuai kontroversi dan menimbulkan tanda tanya atas komitmen pemberantasan pembalakan liar di Indonesia.
Baca Juga: Alex Marquez Hentikan Dominasi Sang Kakak di MotoGP Catalunya 2025
Raja Juli Antoni yang juga merupakan Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pun berjanji akan menegakkan hukum secara tegas tanpa pandang bulu terhadap para pembalak liar.
Namun, janji ini dipertanyakan banyak pihak setelah ia terlihat bermain domino dengan tersangka pembalak liar tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan lebih lanjut dari Kementerian LHK maupun dari pihak Aziz Wellang.
Baca Juga: PKS Mataram Dorong Kolaborasi Politik untuk Bangun Daerah
Masyarakat mendesak Raja Juli Antoni untuk bertanggung jawab dan transparan dalam menangani kasus ini.
Editor : Kimda Farida