Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Arsitek di Balik Stabilitas Perbankan, Purbaya Yudhi Sadewa Tunjukkan Taji di Tengah Badai Pandemi

Nurul Hidayati • Selasa, 9 September 2025 | 11:10 WIB
Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

LombokPost - Penunjukan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan bukan tanpa alasan.

Rekam jejaknya, terutama dalam menjaga stabilitas sistem perbankan di masa-masa paling kritis, menjadi sorotan utama.

 Sosok Purbaya terbukti menjadi arsitek kepercayaan publik di saat badai ekonomi menerpa Indonesia akibat pandemi Covid-19 pada tahun 2020.

Saat menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya menghadapi tantangan yang sangat besar.

Ancaman kepanikan masyarakat yang berpotensi memicu penarikan dana besar-besaran ( bank run) membayangi seluruh sektor perbankan.

Namun, berkat kepemimpinan dan strategi komunikasinya, Purbaya mampu meredam kekhawatiran tersebut.

Dengan sigap, LPS di bawah kepemimpinannya terus mengampanyekan pesan-pesan jaminan.

Mereka memastikan LPS menjamin simpanan nasabah hingga Rp 2 miliar per nasabah per bank.

Sosialisasi masif ini tidak hanya dilakukan secara terpusat, tetapi juga menjangkau seluruh pelosok Indonesia.

Hasilnya terbukti. Kepercayaan publik tetap terjaga, dan tidak terjadi penarikan dana masif yang bisa melumpuhkan perbankan.

Stabilitas simpanan nasabah selama era pandemi 2020 pun berhasil dipertahankan. Prestasi gemilang ini menunjukkan Purbaya bukan hanya seorang ekonom, tetapi juga sosok pemimpin yang mampu menenangkan dan mengelola krisis dengan sangat baik.

Rekam jejak inilah yang membuat Purbaya Yudhi Sadewa layak dipercaya untuk mengemban tugas yang lebih besar sebagai Menteri Keuangan, melanjutkan perjuangannya dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Purbaya Yudhi Sadewa menjadi sorotan setelah dilantik sebagai Menteri Keuangan dalam reshuffle Kabinet Merah Putih.

Ia menggantikan Sri Mulyani yang telah lama menjabat. Penunjukan Purbaya ini disambut baik oleh berbagai kalangan, mengingat rekam jejaknya yang mumpuni di bidang ekonomi.

Purbaya Yudhi Sadewa dikenal sebagai seorang ekonom senior dengan pengalaman panjang di sektor keuangan dan kebijakan publik.

Sebelum menjabat Menteri Keuangan, Purbaya telah menduduki berbagai posisi strategis, termasuk sebagai Deputi Bidang Koordinasi Fiskal di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat dilantik dalam reshuffle Kabinet Merah Putih, Senin (8/9).
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat dilantik dalam reshuffle Kabinet Merah Putih, Senin (8/9).

Ia juga pernah menjabat sebagai Direktur Utama di sebuah lembaga keuangan negara.

Pendidikan tinggi Purbaya ditempuh di universitas ternama, baik di dalam maupun luar negeri, dengan spesialisasi di bidang ekonomi makro dan kebijakan fiskal.

Keahliannya dalam analisis ekonomi dan perumusan kebijakan membuatnya kerap diundang sebagai pembicara di forum-forum nasional dan internasional.

Sebagai Menteri Keuangan yang baru, Purbaya dihadapkan pada sejumlah tantangan besar. Ia harus melanjutkan program-program fiskal yang sudah berjalan, sekaligus merumuskan kebijakan baru untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah gejolak global.

Prioritas utamanya adalah mengelola APBN secara efektif, mengendalikan inflasi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Banyak pihak berharap Purbaya dapat membawa pendekatan segar dan inovatif dalam mengelola keuangan negara.

Pengalaman Purbaya yang luas diharapkan mampu memperkuat koordinasi antar-kementerian dan lembaga dalam menciptakan kebijakan ekonomi yang terpadu dan berkelanjutan.

Editor : Jelo Sangaji
#menteri keuangan #Purbaya Yudhi Sadewa #Kritis #stabilitas #reshuffle #perbankan #lps #Pandemi