Menurut Kepala Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Sekretariat Jenderal (Setjen) Kementerian Pertahanan (Kemhan) Brigjen TNI Frega Wenas, A400M akan diserahkan pada akhir tahun ini. Sementara itu, pengiriman pesawat tempur Rafale dijadwalkan akan dimulai pada awal tahun depan.
Frega Wenas menjelaskan bahwa proses pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) memang membutuhkan waktu, mulai dari kontrak hingga produksi. Namun, ia memastikan bahwa upaya untuk memperkuat TNI terus berjalan demi menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah Indonesia.
"Untuk meyakinkan bahwa upaya untuk menjaga kedaulatan, keutuhan wilayah dan keselamatan bangsa bisa terus kami jalankan. Karena kita tahu bahwa saat ini banyak negara-negara juga yang terlibat konflik dan bahkan wilayah kedaulatannya terenggut," kata Frega.
Indonesia ingin belajar dari pengalaman negara lain yang terjerumus dalam konflik. Oleh karena itu, penguatan alutsista TNI menjadi prioritas utama untuk menjamin keamanan dan kedaulatan dari ancaman, baik dari dalam maupun luar negeri.
Frega menambahkan, Kemhan berkomitmen untuk menyediakan alutsista terbaik bagi TNI AD, TNI AL, dan TNI AU. "Jadi, apapun platform-nya pastinya adalah yang terbaik dan untuk menjamin kedaulatan wilayah dan keselamatan bangsa Indonesia bisa terjaga dengan utuh,” ujarnya.
Editor : Redaksi Lombok Post