LombokPost-TNI Angkatan Darat (AD) kini telah menempatkan rudal balistik jarak menengah KHAN ITBM-600 di Kalimantan Timur (Kaltim).
Alutsista anyar tersebut ditempatkan di Batalyon Armed (Yonarmed) 18/Buritkang yang bermarkas di Tenggarong.
Penempatan rudal ini tidak hanya karena faktor keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN), tetapi juga didasari sejumlah alasan dan pertimbangan strategis.
Rudal KHAN sendiri menjadi rudal balistik pertama yang dimiliki Angkatan Darat di kawasan Asia Tenggara.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana mengungkapkan bahwa rudal KHAN batch pertama yang dikirim langsung oleh Roketsan dari Turkiye ke Indonesia memiliki kekuatan setara dengan satu batalyon armed penuh.
Rinciannya, terdiri atas satu baterai markas dan empat baterai operasional. Wahyu menyebut, pada tahun depan batch kedua pengadaan rudal balistik KHAN akan menyusul tiba di Indonesia.
”Yang jelas tujuannya (menempatkan rudal KHAN di Kaltim), pertimbangannya adalah memperkuat gelar sistem pertahanan kita. Kita menganut sistem pertahanan keamanan rakyat semesta, dan kita juga menganut sistem pertahanan pulau-pulau besar. Tentu pertimbangannya, mengapa meletakkan alutsista itu di situ, atau alutsista lain-lain, di mana pertimbangannya banyak. Jarak jangkau, jarak capai,” ucap Wahyu, seperti dilansir dari JawaPos.com, pada Sabtu (20/9).
Jenderal bintang satu itu menegaskan bahwa Angkatan Darat menginginkan gelar kekuatan yang sesuai dengan konsep pertahanan pulau-pulau besar di Indonesia.
Karena itu, setiap alutsista yang dimiliki harus bisa meng-cover seluruh wilayah Indonesia. Termasuk wilayah strategis yang berada di perbatasan dengan negara-negara tetangga.
”Sehingga deploy untuk alutsista tentu dipertimbangka pada konsep pertahanan itu, bisa menjangkau seluruh wilayah tanah air, dan bisa meng-cover konsep lima pulau besar. Karena kita juga merupakan bagian dari konsep pertahanan yang sudah disusun,” jelasnya.
Lebih lanjut, Wahyu menambahkan bahwa Indonesia tetap berpegang pada politik bebas aktif. Artinya, dalam hubungan luar negeri, Pemerintah Indonesia menjalin persahabatan dengan semua bangsa dan negara.
Namun, di sisi lain, kesiapan pertahanan mutlak harus dijaga. Termasuk kesiapan TNI AD yang memiliki mandat langsung untuk menjaga kedaulatan negara.
”Kita juga harus siap setiap saat untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dasarnya tadi itu tadi, sistem pertahanan keamanan yang kita miliki dan konsep pertahanan pulau-pulau besar yang kita miliki,” imbuhnya.
Editor : Akbar Sirinawa