LombokPost – Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Indonesia kini memiliki harapan baru untuk menembus pasar Eropa.
Hal ini menyusul pertemuan bilateral antara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, dan Komisioner Perdagangan dan Keamanan Ekonomi Komisi Eropa, Maroš Šefčovič.
Pertemuan yang berlangsung di Bali ini membahas percepatan penyelesaian Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) yang dinilai akan membawa manfaat besar bagi kedua pihak, termasuk pelaku UMKM.
Dalam pertemuan tersebut, Menko Airlangga secara khusus menyoroti pentingnya peran UMKM dalam implementasi IEU-CEPA. Menurutnya, UMKM harus merasakan manfaat nyata dari perjanjian ini.
“UMKM harus dapat merasakan perbedaan nyata sebelum dan sesudah perjanjian ini berlaku,” ungkap Menko Airlangga.
Selama ini, UMKM Indonesia menghadapi tantangan besar untuk menembus pasar Eropa, terutama terkait regulasi yang ketat di sektor pertanian, seperti produk kakao.
Dengan adanya IEU-CEPA, diharapkan hambatan-hambatan tersebut bisa teratasi.
Komisioner Maroš Šefčovič juga menekankan pentingnya UMKM, mengingat 99 persen perusahaan di Uni Eropa adalah UMKM.
Ia melihat potensi besar dalam kerja sama digital antara ASEAN dan Uni Eropa yang bisa dimanfaatkan oleh para pelaku usaha kecil.
“UMKM juga penting bagi Uni Eropa karena 99 persen perusahaan di Uni Eropa adalah UMKM. ASEAN–EU memiliki potensi besar dalam kerja sama digital, termasuk peningkatan perjanjian perdagangan bebas yang harus menyesuaikan dengan perkembangan transaksi elektronik dan kepabeanan digital,” tambah Komisioner Maroš.
Menko Airlangga juga menjelaskan bahwa Indonesia sedang mengembangkan kerja sama e-logistics, e-government, dan e-payment untuk mendukung para pelaku usaha, termasuk UMKM, agar dapat memanfaatkan peluang dari IEU-CEPA.
Pertemuan ini diakhiri dengan penandatanganan dan pengumuman bersama tentang penyelesaian substansial perundingan IEU-CEPA.
Diharapkan, langkah ini akan menjadi fondasi untuk memperkuat hubungan dagang antara Indonesia dan Uni Eropa, serta membuka jalan bagi UMKM untuk berkembang di pasar global.
Editor : Pujo Nugroho