Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Mendagri Tito 'Jewer' Pusat dan Daerah, Keracunan MBG Bukti Sinergi Belum Maksimal, Keberhasilan Mutlak di Tangan Pemda!

Nurul Hidayati • Sabtu, 27 September 2025 | 13:40 WIB
Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

LombokPost – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan bahwa masa depan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bisa lebih baik kedepannya.

Termasuk upaya mencegah insiden keracunan, sangat bergantung pada sinergi yang mutlak antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Pemda).

Tito menyebut insiden keracunan yang terjadi belakangan ini sebagai indikasi bahwa koordinasi di lapangan masih harus ditingkatkan.

"Koordinasi antara Pemda dan Satgas MBG mutlak diperlukan. Dengan sinergi yang baik, berbagai persoalan di lapangan, termasuk insiden keracunan siswa, bisa diminimalisir, bahkan dicegah," kata Tito dalam keterangan resminya.

Mendagri menekankan forum Satgas MBG di setiap daerah harus dimaksimalkan sebagai wadah krusial untuk mencari solusi cepat terhadap masalah di lapangan.

Keberhasilan MBG tidak hanya ditentukan oleh kebijakan dari Jakarta, melainkan peran aktif pengawasan dan inovasi dari Pemda.

Kemendagri Siapkan Infrastruktur, Pemda Wajib Beraksi

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah memfasilitasi pembentukan 141 Satgas MBG, termasuk di 62 daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar), yang bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN).

Satgas ini bertindak sebagai jembatan penting agar Pemda lebih terlibat dalam pengawasan gizi sekaligus memastikan program berjalan tepat sasaran.

Tito berharap kolaborasi Kemendagri, BGN, dan Pemda ini dapat melindungi kesehatan anak-anak dan membangun fondasi Generasi Emas Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

Inisiatif Daerah Buktikan MBG Adalah Gerakan Bersama

Walaupun ada kendala, banyak Pemda telah menunjukkan inisiatif luar biasa dalam mendukung MBG sesuai karakteristik wilayahnya.

Indramayu, Jawa Barat: Bupati Lucky Hakim menyoroti perlunya sinergi yang lebih erat, karena saat ini pengawas dan ahli gizi masih berada langsung di bawah BGN.

Sulawesi Barat: Gubernur Suhardi Duka langsung turun ke sekolah untuk mengecek menu, memastikan makanan yang disajikan steril, bergizi, dan aman dikonsumsi siswa.

Kepulauan Riau: Gubernur Ansar Ahmad membentuk Pokja MBG khusus, menyediakan lahan untuk dapur, dan melibatkan TNI, PKK, serta koperasi lokal agar anak-anak di pulau-pulau kecil pun tetap terlayani.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, meninjau langsung Posko Penanganan kasus dugaan keracunan makanan Program MBG di Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa, 23 September 2025.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, meninjau langsung Posko Penanganan kasus dugaan keracunan makanan Program MBG di Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa, 23 September 2025.

Banten: Pemerintah Kota Serang membentuk Satgas khusus untuk menindaklanjuti surat edaran Mendagri, menjamin MBG menjangkau PAUD, SD, SMP, hingga kelompok rentan seperti ibu hamil dan balita.

Jayapura, Papua: Bupati Yunus Wonda membawa inovasi dengan mengajak warga menanam sayur, umbi, dan beternak agar program MBG tidak hanya menyediakan gizi, tetapi juga sekaligus mengangkat ekonomi lokal.

Berbagai inisiatif ini membuktikan bahwa program MBG telah menjadi gerakan nasional yang diemban bersama.

Kemendagri memastikan koordinasi, BGN menyediakan dukungan teknis, dan Pemda hadir sebagai ujung tombak dengan inovasi lokalnya.

Editor : Kimda Farida
#pengawasan #Makan Bergizi Gratis #Mbg #keracunan #satgas