Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Indonesia Dihantam 10 Bencana Sekaligus dalam 24 Jam, Dari Tanah Longsor Sulsel hingga Kerusakan Parah Akibat Gempa Jatim-Bali!

Nurul Hidayati • Sabtu, 27 September 2025 | 15:51 WIB
Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

LombokPost – Indonesia kembali dilanda rentetan bencana alam dengan intensitas tinggi.

Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis laporan terkini yang mencatat sepuluh kejadian menonjol dalam kurun waktu 26 hingga 27 September 2025.

Peristiwa-peristiwa ini menunjukkan kerentanan tinggi Indonesia terhadap bencana hidrometeorologi dan geologi.

Bencana Terbaru: Longsor Putus Akses 858 Jiwa di Sulsel

Laporan terbaru menyoroti dua insiden yang terjadi pada Jumat (26/9):

Tanah Longsor Sidenreng Rappang (Sulsel): Curah hujan tinggi memicu longsor di Desa Leppangeng. Bencana ini berdampak pada 227 KK atau 858 jiwa dan yang paling parah, jalur penghubung antar desa terputus total tanpa jalan alternatif. Upaya pembukaan jalur oleh Forkopimda terhambat oleh kondisi cuaca yang sering berubah-ubah.

Karhutla Aceh Besar (Aceh): Respon cepat Forkopimda berhasil memadamkan kebakaran hutan dan lahan seluas 2,5 hektare di Gampong Babah Jurong. Meskipun api berhasil dikendalikan, insiden ini menjadi peringatan dini di tengah musim kemarau.

Korban dan Status Tanggap Darurat Kritis

Sejumlah bencana lama terus menunjukkan dampak signifikan dan telah ditetapkan dalam status darurat.

Banjir Bandang Nagekeo (NTT): Bencana ini masih menyisakan duka dengan enam korban jiwa dan tiga orang hilang.

Sebanyak 36 KK (147 jiwa) masih mengungsi, dan 105 unit rumah rusak. Status tanggap darurat telah ditetapkan hingga 30 September 2025.

Gempa M 5,7 Jatim-Bali: Gempa pada 25 September lalu menyebabkan kerusakan masif, dengan rincian 51 rumah rusak berat, 23 rusak sedang, dan 50 rusak ringan.

Kabupaten Situbondo sebagai wilayah terparah telah menetapkan status tanggap darurat, dan BNPB bergerak cepat menyalurkan 50 tenda keluarga dan 200 paket sembako.

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki (NTT): Status gunung api ini kembali berada pada Level IV atau Awas setelah menelan 10 korban jiwa dan memaksa 3.177 jiwa mengungsi. Pemerintah daerah menetapkan status tanggap darurat hingga akhir tahun 2025.

Indonesia Dihantam 10 Bencana Sekaligus dalam 24 Jam, Dari Tanah Longsor Sulsel hingga Kerusakan Parah Akibat Gempa Jatim-Bali!
Indonesia Dihantam 10 Bencana Sekaligus dalam 24 Jam, Dari Tanah Longsor Sulsel hingga Kerusakan Parah Akibat Gempa Jatim-Bali!

Ancaman Laten: Kekeringan dan Karhutla di Tiga Provinsi

Di sisi lain, ancaman bencana laten masih terus terjadi:

Kekeringan Klaten (Jawa Tengah): Kekeringan masih menyengsarakan 2.527 KK (8.851 jiwa). Status siaga darurat masih berlaku hingga 31 Oktober 2025 dengan total 403 tangki air bersih telah didistribusikan.

Karhutla Masih Membara: Tiga provinsi masih berstatus siaga darurat atau transisi karena kebakaran lahan yang masif: Sumatera Selatan (2.935 ha terbakar), Riau (1.884 ha terbakar), dan Kalimantan Tengah yang mencatat 94 titik panas terbaru.

BNPB menegaskan terus melakukan koordinasi penuh dan pendampingan posko di daerah terdampak untuk memastikan pendataan, distribusi bantuan, dan langkah mitigasi lanjutan berjalan cepat demi keselamatan dan pemulihan masyarakat.

Editor : Siti Aeny Maryam
#darurat #BNPB #Gempa #Longsor #Bencana