Angka ini menandai capaian signifikan di tengah upaya pemerintah memenuhi kebutuhan perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, menyampaikan bahwa capaian ini setara dengan 52,3 persen dari target 350.000 unit kuota FLPP sepanjang tahun 2025.
Dengan realisasi tersebut, total pembiayaan yang sudah dikucurkan pemerintah mencapai Rp 22,72 triliun.
Heru menjelaskan, realisasi FLPP ini disalurkan melalui 38 bank penyalur dan dibangun oleh 7.382 pengembang.
Program ini tersebar di 11.488 lokasi perumahan di 33 provinsi serta 354 kabupaten/kota, menunjukkan jangkauan yang luas.
Lebih lanjut, Heru menegaskan bahwa pencapaian FLPP hingga akhir Triwulan III-2025 menunjukkan tren peningkatan yang signifikan.
"Realisasi FLPP sampai akhir Triwulan III-2025 dapat kami laporkan, terus mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama di tahun 2004. Ini menunjukkan bahwa KPR subsidi FLPP begitu diminati oleh seluruh rakyat perumahan yang belum memiliki rumah tanpa ada batasan," tuturnya.
Sementara itu, Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebelumnya melaporkan penyaluran FLPP di Semester I-2025 mencapai Rp 18,77 triliun.
Jumlah tersebut setara dengan 115.930 unit rumah, atau 57,7 persen dari target awal sebanyak 220.000 unit rumah hingga akhir tahun 2025.
Pemerintah sendiri telah melakukan penambahan kuota FLPP menjadi 350 ribu unit pada tahun 2025. Sebelumnya, kuota FLLP bagi MBR ditetapkan sebanyak 220 ribu unit dengan anggaran Rp 18,7 triliun. Penambahan kuota ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan perumahan rakyat.
Editor : Redaksi Lombok Post