“Cucu saya juga keracunan MBG di Yogya, cucu ponakan ya, saya punya ponakan, ponakan saya itu punya anak, namanya Ikhsan, makan bergizi gratis, satu kelas itu delapan orang langsung muntah-muntah,” ungkap Mahfud MD dalam video YouTubenya.
Mahfud menceritakan kisah ketika salah satu cucunya diperbolehkan pulang setelah mendapat perawatan cukup di Rumah Sakit pada hari yang sama. Sementara yang satu lagi, harus menjalani perawatan hingga 4 hari di rumah sakit.
“Sampai kemarin saya di Yogya (masih dirawat), sekarang mungkin hari ini sudah keluar,” aku Mahfud MD yang terlihat cukup khawatir.
Namun Mahfud MD tetap mendukung dan menilai Program MBG sebagai program mulia yang berdampak signifikan bagi puluhan juta masyarakat Indonesia. Hanya saja perlu perbaikan supaya kasus keracunan dan lain-lainnya tidak terjadi lagi.
“Memang perlu diperbaiki, tata kelolanya ini kan tidak jelas ya, mendesak, sangat perlu tata kelolanya diperbaiki,” harap Mahfud MD.
Terhadap kejadian ini, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyampaikan permintaan maaf kepada Mahfud MD karena cucunya keracunan MBG di Yogyakarta.
"Ya kami mohon maaf atas hal itu," kata Dadan saat ditemui awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/10/2025).
Dadan menegaskan terhadap sejumlah kasus MBG, keracunan dll, akan segera ditindaklanjuti dan dilakukan pembenahan.
Terbukti hari ini (1/10), BGN menggelar rapat bersama DPR RI, kementerian, dan lembaga terkait untuk mengatasi tata kelola pelaksanaan program MBG.
"Kenapa kami rapat hari ini juga untuk memperbaiki terkait tata kelola," tegas Dadan.
Editor : Siti Aeny Maryam