Lombok Post - Kabar duka, ratusan santri tertimpa bangunan musola di Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur masih menyisakan duka yang mendalam dan rasa penasaran publik.
Terlebih lagi, tentang penyebab bangunan musola di pesantren itu yang tiba-tiba ambruk, menimpa ratusan santri yang sedang solat berjamaah di dalamnya.
Tak disangka, dari total 108 santri yang sudah berhasil dievakuasi, sebanyak lima santri dinyatakan meninggal dunia.
Nahasnya lagi, sebanyak 59 santri dinyatakan masih tertimpa bangunan musola tersebut.
Salah seorang santri, Zainal pun menceritakan detik-detik bangunan musola itu roboh.
Menurut Zainal, kejadian itu terjadi begitu cepat. Soalnya, saat itu, dia dan ratusan santri lainnya sedang melaksanakan solat berjamaah di musola tersebut.
Kejadian itu berawal, saat para jemaah memasuki rakaat kedua.
Zainal mengungkapkan, saat itu, ia merasakan ada debu dan kerikil yang mulai berjatuhan dari langit-langit musola.
“Saya masih coba fokus shalat, tapi tiba-tiba runtuhan terasa makin besar," ungkap Zainal saat berada di RSUD RT Notopuro, Senin (29/9/2025).
Zainal menilai bahwa tragedi itu sangat cepat terjadi. Sehingga, ia tidak mengetahui apa yang terjadi setelah ia merasakan ada krikil dan debu yang terjatuh dari langit-langit musola.
"Setelah itu saya tidak sadar apa-apa lagi,” ungkap Zainal.
Ternyata, Zainal saat itu sudah tertimpa runtuhan bangunan musola tersebut. Sehingga, membuatnya pingsan.
Usai siuman, Zainal pun menyadari bahwa ia sudah berada di rumah sakit, dengan sejumlah luka di tubuhnya.
“Saya hanya bisa berdoa mereka semua diberi keselamatan. Kalau pun tidak, semoga husnul khatimah,” harap Zainal.
Sementara itu, Kasubdit RPDO (Pengarahan dan Pengendalian Operasi) Bencana dan Kondisi Membahayakan Manusia (KMM) Basarnas, Emi Freezer, dalam konferensi pers di Posko Al-Khoziny, Rabu (1/10/2025) mengatakan Basarnas menemukan adanya delapan titik hitam dan tujuh titik merah di lokasi reruntuhan Pondok Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur.
Titik hitam tersebut menandakan tidak adanya tanda-tanda kehidupan dari korban yang terjebak di bawah timbunan runtuhan bangunan musola tiga lantai tersebut.
Sedangkan titik merah, diduga masih ada korban jiwa yang berada di bawah runtuhan bangunan musola itu.
“Dari 15 lokasi yang kami deteksi, delapan di antaranya berstatus hitam, artinya tidak ada respons atau tanda kehidupan. Sementara tujuh titik lain berstatus merah yang masih mungkin dilakukan upaya penyelamatan,” ungkap Emi Freezer.
Editor : Siti Aeny Maryam