LombokPost - Nama Rayyan Arkan Dikha melesat bak roket MotoGP. Bocah Pacu Jalur asal Sungai Kuantan, Riau itu memikat dunia lewat tarian khasnya yang viral: Aura Farming Bocah Pacu Jalur.
Aksi Rayyan yang memperagakan Aura Farming Pacu Jalur di atas perahu tradisional Pacu Jalur sempat menghebohkan media sosial.
Kini, kehebohan itu menembus panggung dunia saat Rayyan tampil dalam pembukaan Sprint Race MotoGP Mandalika 2025.
Di tengah sorak penonton, bocah berusia belasan tahun itu menari lincah di grid balapan.
Akun resmi MotoGP di X (Twitter) ikut mengunggah momen itu dengan caption yang memuji Aura Farming Bocah Pacu Jalur.
Puncaknya, Marc Marquez menghampiri Rayyan dan menyerahkan sepatu spesial sebagai bentuk apresiasi.
Kejadian itu sontak membuat heboh paddock dan jagat maya. Foto Rayyan memegang sepatu dari Marc Marquez menjadi viral di Instagram.
“Ini luar biasa. Kami senang bisa mengangkat budaya lokal Indonesia ke panggung dunia,” ujar Marc Marquez sambil tersenyum kepada awak media.
Sebelum tampil di Mandalika, Marc Marquez sudah lebih dulu mengenal gerakan Aura Farming Pacu Jalur.
Ia bahkan pernah menirukan selebrasi ala Pacu Jalur usai podium di MotoGP Jerman 2025.
Rayyan, yang dulu hanya dikenal sebagai bocah penari di ujung perahu Pacu Jalur, kini disebut sebagai duta kecil budaya Riau.
Gubernur Riau menyebut fenomena ini menjadi promosi gratis bagi pariwisata daerah.
Namun sejumlah pemerhati budaya mengingatkan bahwa viralnya Aura Farming Bocah Pacu Jalur harus disertai langkah nyata menjaga kelestarian tradisi Pacu Jalur.
“Budaya tidak boleh berhenti di tren viral. Ia harus terus hidup,” kata salah satu tokoh adat Riau.
Kisah Dari Sungai Kuantan ke Sirkuit Mandalika ini membuktikan bahwa warisan lokal bisa menembus batas, menyatukan budaya tradisi dengan olahraga dunia.
Rayyan pulang ke Riau membawa cerita besar: Aura Farming Bocah Pacu Jalur Dapat Sepatu Marquez, bukti bahwa budaya bisa menghubungkan Sungai Kuantan dan Sirkuit Mandalika. (***)
Editor : Alfian Yusni