Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pemerintah Segera Data Pesantren Berusia Seabad, Cegah Bangunan Ambruk

Akbar Sirinawa • Rabu, 8 Oktober 2025 | 04:00 WIB
Menag Nasaruddin Umar (kanan) bersama Menteri Koordinator bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar di Jakarta (7/1). (FOTO: Istimewa)
Menag Nasaruddin Umar (kanan) bersama Menteri Koordinator bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar di Jakarta (7/1). (FOTO: Istimewa)

LombokPost-Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, pemerintah akan segera mendata pesantren-pesantren yang telah berumur lebih dari 100 tahun atau seabad. Setelah itu, para ahli akan melakukan pengecekan untuk memastikan kualitas konstruksi bangunannya.

“Bahkan ada pesantren yang berumur 200 tahun,” katanya usai bertemu dengan Menko bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar di Jakarta, seperti dilansir dari JawaPos.com.

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar pemerintah dapat memastikan kondisi bangunan pesantren aman dan layak digunakan. Dengan demikian, kejadian bangunan roboh yang menelan korban seperti di Pesantren Al Khoziny Sidoarjo tidak terulang lagi.

Nasaruddin menjelaskan, pesantren memiliki kekhasan dan tradisi tersendiri di masyarakat. Ia mengatakan, banyak orang tua sangat mempercayakan pendidikan anaknya kepada pesantren. Karena itu, negara memiliki kewajiban untuk menjaga kepercayaan tersebut.

Dia menambahkan, tingginya minat masyarakat untuk masuk pesantren tidak diimbangi dengan dukungan anggaran yang memadai.

Banyak pesantren terpaksa membangun kompleks pendidikan secara swadaya. Untuk itu, Kementerian Agama akan memastikan alokasi anggaran bagi pesantren lebih terjamin.

“Sekitar 95 persen madrasah di Kemenag itu ada di pesantren,” katanya.

Ia menjelaskan, hampir seluruh lembaga pendidikan di bawah naungan Kemenag merupakan sekolah swasta, berbeda dengan pendidikan umum yang mayoritas berstatus sekolah negeri dan mendapat kepastian anggaran dari negara.

Seperti diketahui, peristiwa ambruknya musala di Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo, terjadi pada Senin, 29 September lalu.

Saat kejadian, para santri sedang melaksanakan salat Asar berjamaah. Hingga kini tercatat 65 korban meninggal dunia dan lebih dari seratus lainnya selamat. Proses evakuasi yang dilakukan Basarnas masih terus berlangsung.

Sehari setelah kejadian, Menteri Agama Nasaruddin Umar langsung meninjau lokasi musala ambruk di Sidoarjo.

Baca Juga: Tambang Galian C, Penyumbang PAD Lotim Terendah

Di sana, ia menyampaikan duka cita, menyapa keluarga korban, serta memantau langsung proses penanganan korban terdampak. Selain itu, Nasaruddin juga menyalurkan bantuan sebesar Rp 610 juta.

Ia pun meminta Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur mengambil langkah proaktif dalam membantu penanganan korban dan mendampingi keluarga yang terdampak musibah tersebut. 

Editor : Akbar Sirinawa
#bangunan ambruk #Muhaimin Iskandar #nasaruddin umar #pesantren